• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Manado

Tombeng : Proyek Infrastruktur PU Sulut Diduga Kongkalikong

Rabu, 18 April 2012 22:02 WITA
Tombeng : Proyek Infrastruktur PU Sulut Diduga Kongkalikong
TRIBUNMANADO/ROBERTUS RIMAWAN
Anggota Komisi I DPRD Sulut, Hery Tombeng SH
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Anggota Komisi I DPRD Sulut Hery Tombeng SH bersuara keras. Hasil pengamatannya Tombeng mengaku telah menemukan realisasi APBD 2011 khususnya infrastruktur Dinas PU Sulut sebagian besar diduga ada kongkalikong., Rabu (18/4/2012).

Pembangunan jalan, instalasi air, drainase maupun revitalisasi pemukiman,  termasuk dana-dana APBN secara kasat mata menurut pria yang dikenal vokal ini dapat dilihat kualitas pekerjaan dari dinas PU banyak yang amburadul tambal sulam dan tak sesuai bestek.

Selain pengamatan dan kasat mata Tombeng mengaku mendapat laporan-laporan dari masyarakat karena masyarakat yang merasakan uang rakyat tapi kualitas tak maksimal. "Tampak ada kongkalikong antara PPK dan kontraktor," jelasnya.

Legislator asal Airmadidi ini juga menyoroti perencanaan jalan tol yang tak menjaga sumber daya alam (SDA) yang seharusnya dilindungi. Beberapa patok untuk rencana jalan tol kena waruga dan sumber air.

"Sumber air harus dilindungi ini sesuai undang undang yang mengatur SDA, mata air radius 100-200 meter wajib dilindungi direhabilitasi dan dilestarikan," jelasnya. Tombeng menilai PU tak serius dalam pengerjaan jalan tol seperti pelaksanaan pembebasan lahan Rp 100 miliar yang tak beres-beres.

"Mendingan dialihkan percepatan ranperda RTRW atau sebagian dialihkan
untuk pembangunan infrastruktur, jalan-jalan vital yang dikategorikan sebagai jalan dengan kawasan strategis yang hubungkan jalan nasional dan provinsi," jelasnya.

Ia menjelaskan jalan Airmadidi - Tondano, Tondano - Manado, jalan-jalannya banyak memakan korban, tapi menurutnya tak ada perhatian. "Tak perlu bermimpi ada jalan tol karena kinerja PU tak becus," katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas PU Sulut JE Kenap membantah kinerja Dinas PU sekedar tambal sulam atau diduga kongkalikong. "Inikan namanya proses APBD ada prosedur menyangkut pelelangan kita sudah ikuti sesuai aturan terbaku pelelangan melalui proses internet, ini tak main-main ini murni," katanya.

Menurutnya bila ada yang salah atau kalaupun dalam proses ada yang tak puas karena dianggap panitia kongkalikong ternyata terbukti, tender bisa batal bisa diberikan pada yang lebih berhak. Kenap mengaku tetap konsisten sesuai aturan apalagi dua kali pemerintah Provinsi Sulut meraih WTP, maka tiap tahun selalu berusaha lebih baik.

Perencanaan menurut Kenap dilakukan berdasarkan aspirasi dan dilihat nilai prioritas nomor satu sesuai kebutuhan masyarakat yang mendesak. Sementara itu terkait dengan pembangunan jalan tol, sudah ada rencana kalau kena di wilayah mata air atau situs budaya akan disesuaikan, meski sudah sesuai dengan rancangan konsultan tetap akan disesuaikan. Kenap menegaskan sumber air maupun situs budaya tak akan diterabas dalam pembangunan jalan tol. (rob)
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
66341 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas