• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Manado

Penyiksa PRT ini Akhirnya Ditangkap

Sabtu, 14 April 2012 17:29 WITA
Penyiksa PRT ini Akhirnya Ditangkap
KOMPAS.com/ MEI LEANDHA
Quraeni (baju coklat) dan Munisa (baju biru) didampingi paman dan ayah mereka di RSU Pirngadi Medan, Rabu (11/4/2012).
TRIBUNMANADO.CO.ID, MEDAN - Atensi dan kerja cepat yang dilakukan Mapolresta Medan dalam memproses kasus penyiksaan yang menimpa dua pembantu rumah tangga (PRT), Quraeni (16) dan Munisa (17), asal Indramayu, Jawa Barat, membuahkan hasil. Kamis (12/4/2012) pagi pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan majikan korban, Beni Candra dan Lili Wikimiyati (60), serta anak bungsunya, Kenny wijaya (17), ditangkap di halaman Kondominium Traveler Quality Suite, Medan.

Pada malam harinya, polisi menggeledah kamar 805 yang selama ini dijadikan lokasi persembunyian pelaku. Sebelumnya, pada sore sekira pukul 17.00 WIB, Kasat Reskrim Polresta Medan yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol M Yoris MY Marzuki, didampingi Kanit Jatanras AKP Yudhi Friyanto, dan Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Hariani, bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut juga menggeledah rumah pelaku di Perumahan Graha Sunggal Blok H 9.

Dalam penggeledahan tersebut, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa kertas karton dan karpet yang menjadi tempat tidur korban. Petugas juga mencoba mencari rekaman CCTV di rumah pelaku, tetapi central processing unit (CPU) sudah hilang. Diduga anak paling besar pelaku yang menyembunyikan, dan lalu menghapus data rekaman perlakuan orang tuanya kepada para korban.

Satreskrim Polresta Medan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan (SPKap) terhadap majikan korban dan keduanya dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Yoris yang dihubungi via telepon membenarkan penangkapan ini, dan anak bungsu tersangka yang sebelumnya ikut ditangkap sudah diserahkan kembali kepada keluarga. "Kami hanya menahan kedua tersangka saja. Anak tersangka sudah diserahkan kembali ke keluarganya dan kapasitasnya kemarin hanya sebagai saksi saja," kata Yoris, Jumat (13/4/2012) malam.

Sebelumnya, kedua PRT asal Blok Gegeneng RT 006 RW 003, Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, baru saja melewati masa pemulihan di Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan akibat siksaan yang dilakukan kedua tersangka. Keduanya disalurkan oleh Yayasan Sari Bakti Mandiri, Jalan Rasa Mulia, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, untuk bekerja di keluarga Beni Candra yang mengaku tinggal di Tangerang dengan kesepakatan upah Rp 500.000 per bulan.

Dengan alasan mau liburan, Quraeni tiba lebih dulu bersama Jihan dari temannya satu yayasannya, menyusul Munisa. Keduanya menjadi korban penyiksaan kedua tersangka dan tidak digaji selama 15 bulan kerja. Korban berhasil melarikan diri pada 28 Maret 2012 sekira pukul 15.00 WIB melalui jendela lantai 2 rumah tersangka dan ditampung di rumah Ratna (45), warga Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.

Begitu korban membuat pengaduan perbuatan tersangka, kedua tersangka dan anak-anaknya lalu bersembunyi dan mengosongkan rumah mereka. (kompas)
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
65954 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas