Selasa, 31 Maret 2015

Ternyata ini Tata Cara dan Adat Pernikahan Gorontalo

Kamis, 12 April 2012 12:47 WITA

Ternyata ini Tata Cara dan Adat Pernikahan Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/FRANSISKA NOEL
Guna mempertajam dan menggali khasanah budaya Tonulahu lo adati pernikahan, Disparbudkominfo Kabupaten Kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan BPSNT Manado secara khusus beberapa waktu lalu menggelar dialog budaya.

TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Guna mempertajam dan menggali  khasanah budaya Tonulahu lo adati pernikahan,  Disparbudkominfo Kabupaten Kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan BPSNT Manado secara khusus beberapa waktu lalu menggelar dialog budaya.

Dialog ini mengangkat tema nilai- nilai budaya lokal untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa dengan menghadirkan  narasumber pakar budaya dan sejarah Gorontalo kandidat Doktor Alim S. Niode, Bate lo Limutu AW Lihu, pemerhati budaya Yamin Husain dan Kepala BPSNT Manado Drs. Rusli Manoreng.

Dialog Adat yang dibuka Asisten II Pemkab Gorontalo Hen Restu selain menghadirkan peserta para pemerhati budaya, mahasiswa dan para pelaksana adat, juga mengikutsertakan guru-guru Sejarah se kabupaten Gorontalo.

Dalam arahannya Hen Restu mengatakan seminar budaya ini tidak hanya sebatas membahas mengenai adat pernikahan semata, tapi lebih dari itu mengupas juga kebijakan mengenai hari budaya yang mengharuskan penggunaan bahasa Gorontalo, pakaian kerawang bahkan khutbah Jum’at dalam bahasa Gorontalo yang telah dicanangkan Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib pada pembukaan Danau Limboto Karnival di pentadio resort belum lama ini.

Sementara itu Kadis Parbudkominfo Muhthar Nuna dalam laporannya menekankan bahwa pembaharuan adat Gorontalo melalui dialog budaya tidak untuk mencabut masyarakat Gorontalo dari akar nilai kegorontaloannya melainkan juga memperkukuh ikatan masyarakat ke dalam urat akar kegorontaloan.

"Dalam arti bahwa posisi nilai-nilai adat harus menjadi spirit bagi tumbuhnya semangat untuk maju, bukan malah melemahkan, atau memberi sekat – sekat larangan yang menghambat pembangunan," ungkapnya.

Menurut Muhthar, seluruh masyarakat Gorontalo harus memperbaiki pemahaman tentang nilai – nilai lokal secara jernih tanpa ada perasaan apriori, karena nilai lokal dalam bentuk adat istiadat merupakan khasana kekayaan lokal yang menurutnya patut mendapat apresiasi.

Halaman12
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas