Kenaikan BBM
Tanggapi Aksi Kenaikan BBM FKDM Gorontalo Diminta Berperan
FKDM dimaksudkan sebagai wadah untuk menyamakan presepsi dan pandangan oleh pemkab dan unsur muspida
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM yang dikabarkan akan diberlakukan mulai 1 April mendatang, serta dalam rangka mengantisipasi gejolak yang ditimbulkan oleh aksi-aksi mahasiswa di beberapa daerah khususnya di Kabupaten Gorontalo, Pemkab Gorontalo melalui Badan KesbangPol dan Linmas menggelar Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, (FKDM) menindaklanjuti rapat sebelumnya.
Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (30/3/2012) kegiatan FKDM dimaksudkan sebagai wadah untuk menyamakan presepsi dan pandangan oleh pemkab dan unsur muspida guna menindaklanjuti gejolak dan aksi mahasiswa saat ini yang berujung pada aksi anarkis.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib menyampaikan bahwa persoalan yang saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, pasalnya aksi yang dilakukan oleh oknum mahasiswa beberapa hari yang lalu berimplikasi langsung pada stabilitas keamanan daerah dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama unsur TNI/Polri dan Instansi terkait serta seluruh elemen masyarakat dapat menemukan formulasi dan strategi dalam mengantisipasi dan mengeleminir aksi-aksi yang dapat mengganggu instabilitas keamanan daerah," ujar Bupati.
Menurut Bupati, Pemda Gorontalo telah mengambil langkah strategis guna mengantisipasi masih munculnya tindakan anarkis massa demonstran jelang tanggal 1 April mendatang.
Selain itu, menurutnya, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menyikapi kenaikan harga BBM. "Masyarakat tetap menjadi prioritas utama," tegas Bupati.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dandim 1304, dan Kapolres limboto, Wakil Bupati bersama jajaran Pemerintah Daerah kabupaten Gorontalo, Camat, Danramil, Kapolsek, serta Lurah dan perwakilan Kepala Desa se-Kabupaten Gorontalo termasuk sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
"Melalui Kegiatan ini kita memiliki pemahaman dan presepsi dalam mengantisipasi serta menanggulangi kemungkinan negatif yang terjadi di masyarakat," tandas Bupati. (ika)