KDRT

Diancam Dibunuh, Nuriati Laporkan Suami ke Polisi

Pak polisi, saya mau melaporkan tindakan suami saya yang mengancam akan membunuh saya.

Diancam Dibunuh, Nuriati Laporkan Suami ke Polisi
TRIBUNMANADO/SUSANTO AMISAN
Korban KDRT berbaju merah jambu melapor ke Polresta Manado
Laporan Wartawan Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tidak terima perilaku dan perbuatan sang suami yang mengancam akan membunuhnya, Nuriati Pandoh (50), Warga Desa Tateli Weru, Jaga II, Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Minggu (25/3/2012) siang tadi.

Dihadapan petugas piket SPKT, Nuriati melaporkan tindakan pengancaman yang dilakukan oleh suaminya yang saat ini menurutnya, sudah tinggal berdua dengan wanita idaman lain (WIL) di Desa Agotei Minahasa. "Pak polisi, saya mau melaporkan tindakan suami saya yang mengancam akan membunuh saya," ujarnya kepada petugas.

Menurut Nuriati, aksi pengancaman itu bermula ketika sang suami yang telah enam bulan ini tidak lagi menafkahinya karena telah tinggal bersama wanita idaman lain itu, meminta uang padanya untuk membeli sebidang tanah di daerah Agotei. Curiga tanah yang rencananya akan dibeli itu akan diberikan kepada perempuan idaman lain sang suami, ia pun keberatan dan tak mengiayakan permintaan suaminya. "Kalau itu tanah mo beli di daerah Tateli, mungkin qta masih boleh mo kase," tuturnya.

Penolakan itu nampaknya membuat sang suami Andril Lombongpato (49) jadi marah, sehingga mengamuk dalam rumah mereka lalu merusak sejumlah perabot yang ada dalam rumah, "Ceret, pintu, kursi, lemari dia belah," kata Nuriati. Tak hanya merusak perabotan, bahkan suami yang telah menikahinya puluhan tahun lalu itu, dengan wajah garang mengarahkan parang yang ada tangannya sambil berkata akan membunuhnya. "Qta mo bunuh pa ngoni samua," tuturnya mengulang kata-kata ancaman dari sang suami. Beruntung aksi itu cepat halangi tetangga, sehingga ia dan anaknya yang kebetulang saat itu sedang duduk bersama, langsung melarikan diri.

Saat diwawancarai Tribun Manado, Nuriati mengaku sejak November lalu, suaminya itu sudah jarang berada di rumah dan lebih sering berada di Agotei bersama perempuan idaman lain. Sehingga beberapa waktu lalu ia sempat minta supaya mereka bercerai saja, namun sang suami tidak kunjung mengurusnya. "Dari itu hari qta so minta cerai," katanya. Pasca peristiwa ini, Nuriati mengaku tak sudih lagi hidup bersama lelaki yang puluhan tahun lalu itu meminangnya untuk dijadikan istri, "So nda mau qta mo hidup dengan laki-laki model bagitu," tandasnya.

Yang membuat Nuriati tak habis pikir adalah WIL sang suami ternyata lebih tua dari dia dan sama-sama telah memiliki cucu, "Herannya dia cari hugel so oma ley," katanya sambil tersenyum. Menurut Nuriati, kebanyakan orang biasanya selingkuh cari pasangan yang lebih muda, ini justru terbalik, cari lebih tua dan telah memiliki banyak cucu.

Kapolresta Manado Kombespol Amran Ampulembang ketika dikonfirmasi melalui kasubag Humas AKP Desy Hamang, membenarkan telah menerima laporan kasus tersebut, "Laporanya telah kami terima, dan akan ditindaklanjuti," kata Hamang. (tos)

Penulis: Susanto_Amisan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved