• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Manado

Vanda Sarundajang Pasang Spanduk Tolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 23 Maret 2012 19:56 WITA
Vanda Sarundajang Pasang Spanduk Tolak Kenaikan Harga BBM
TRIBUNMANADO/BUDI SUSILO
PDIP Sulut pasang spanduk tolak kenaikan BBM. Anehnya, saat Megawati masih menjadi presiden, BBM pun pernah dinaikan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak ditentang oleh berbagai elemen. Satu di antaranya dari Anggota Komisi I DPR RI Vanda Sarundajang. Ia memasang spanduk yang berisikan penolakan terhadap rencana pemerintah ini.

"Terkait dengan sikap yang dikomunikasikan melalui spanduk, itu sesuai dengan sikap politik PDI Perjuangan melalui amanat yang disampaikan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," kata Vanda melalui telepon, Jumat (23/3/2012).

Ia mengatakan, usulan pemerintah tersebut sangat tidak berpihak kepada rakyat. Menurut Vanda, mayoritas rakyat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. 

"Kenaikan BBM akan sangat berdampak pada kenaikan biaya transportasi yang pada akhirnya meningkatkan harga kebutuhan pokok rakyat," tuturnya.

Menurut Vanda, PDIP melihat masih ada cara lain yang bisa dilakukan misalnya dengan melakukan penghematan, penghematan anggaran, atau bahkan memerangi korupsi.

"Jadi kalau alasan supaya APBN tidak jebol, itu alasan yang tidak masuk akal," ucapnya.

Ia mengatakan, tindakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga ini harus disosialisasikan kepada masyarakat. Kata dia, seluruh fraksi PDIP juga melakukan hal yang sama.

"Tapi kalau teman-teman di daerah lain, saya belum tahu apakah mereka sudah melakukan ini atauy belum. Karena saya pikir ini adalah instruksi partai maka kita harus menindaklanjutinya," ujar Vanda.

Ketika disinggung apakah tindakannya ini tidak akan mempengaruhi pemerintahan ayahnya yang merupakan gubernur Sulut dan dewan pembina partai Demokrat, Vanda meminta ini jangan disangkutpautkan.

"Ini adalah sikap politik saya dan tidak ada kaitannya dengan papa. Tolong dipisahkan ya, kita punya pilihan masing-masing dalam hal politik," katanya.

Menurutnya terlalu naif jika hal ini dikaitkan dengan pemerintahan yang dijalankan oleh ayahnya. Kata dia, apa yang dia lakukan memang untuk rakyat.

"Sebagai perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah, berarti beliau akan mengamankan kebijakan dari pemerintah pusat. Nah kita sebagai wakil rakyat harus berjuang untuk kesejahteraan rakyat jika keputusan pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat. Jadi sekali lagi, sangat tidak dewasa kalau ini dikait-kaitkan," tandasnya.(aro)
Penulis: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
64017 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas