Trending Topics :
Inyo: Kami akan Teliti Kerusakan
Tribun Manado - Jumat, 23 Maret 2012 09:50 WITA
Share |
sejumlah_karyawan_PT_TTN_sedang_memperagakan_cara_peledakan_dengan_menggunakan_Minimate_Plus.jpg
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE

TRIBUNMANADO.CO.ID, BIITUNG
-PT TTN melalui sejumlah karyawannya menjelaskan aktifitas Blasting yang dilakukan oleh PT TTN bisa terdengar hingga radius ratusan meter.

"Bunyinya bisa terdengar sampai Kelurahan Batu putih atau berkisar 500 sampai 600 meter," ujar seorang karyawan PT TTN usai melakukan pemantaun areal blasting.

Menurut pria yang enggan namanya disebutkan untuk getaran akibat blasting terebut tidak terlalu terasa hanya bunyinya yang terdengar kencang pasca blasting dilakukan. Sementara itu Jelly Maramis bagian departemen lingkungan PT TTN kepada sejumlah wartawan mengatakan sejumlah rumah dan poskesdes yang mengalami keretakan bukan akibat dari blasting.

 "Terkait retakan yang terjadi kami telah melihat secara langsung, dan sementara disebabkan bukan karena peledakan tambang," tepis Jelly. Menurutnya blasting dilakukan pada hari Senin itu meledakan material keras didalam tanah, karena saat melakukan blasting pihaknya melihat struktur tanah yang akan diledakan.

"Semakin keras yang akan diledakan semisal batu, semakin kuat daya ledakan," tambanya. Adapun waktu yang dijadwalkan pihak PT TTN untuk melakukan blasting dilakukan diantara pukul 12.15 siang, dan 17.15 sore kalau diantara  jam tersebut mengalami hambatan sehingga tidak jadi melakukan blasting ditunda pada keesokan harinya.

"Alat yang digunakan MinimatePlus. Berdasarkan standart operasional prosedur (SOP) sebelum melakukan peledakan radius 300 meter dari lokasi peledakan harus aman dari berbagai alat berat yang digunakan untuk pertambangan.

Dari titik 300 meter lokasi blasting 500 meter lagi harus aman dari aktiftas karyawan atau manusia, semisal dalam radisu tersebut masih terekam ada aktifitas maka blasting belum bisa dilakukan," tuturnya. Selain alat MinimatePlus juga digunakan alat pemantau dengan alat ukur getar. Terpisah bagiah Humas PT MSM dan PT TTN Inyo Rumondor menampik apa yang terjadi dirumah dan puskesdes yang dindingnya retak akibat blasting.

"Seharusnya, tidak menimbulkn efek, karena hasil pengukuran dengan menggunakan Minimate plus (efek getaran dan suara), pada jarak 1 km searah Pinasungkulan dinyatakn aman," kata Inyo ketika dikonfimasi. Dijelaskannya itu untuk SOP nya terkait jarak peledakan dimana 300 meter dari pusat peledakan dinyatakan aman untuk barang 500 meter aman untuk orang. "Sejatinya kami sudah berdasrkn SOP melalui Orica sebagai kontraktor peledakan. Akan tetapi, sekalipun keretakan di rumah penduduk dapat dikatakan bukan efek dari peledakan berdasarkan SOP tadi," tuturnya. Namun pihaknya pun tetap akan melakukan penelitian lebih intensif terkait keluhan dari sejumlah warga tersebut. "Faktanya juga, pabrik dan perkantoran PT MSM dan PT TTN yang jaraknya sekitar 500 - 700 meter dari lokasi blasting tidak terdapat keretakan apa-apa," tandasnya. Dari amatan Tribun Manado disekitar lokasi tambang kemarin pada pukul 12.25 wita terdengar sekali ledakan. Selain itu dibeberapa titik dipasang papan pengumuman waktu blasting yang dilakukan oleh PT TTN (lihat foto).(crz)

Penulis : Christian_Wayongkere
Editor : Andrew_Pattymahu

Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.

Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Manado Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


Facebook Comments
Comments
Advertise


Facebook