Kependudukan
Hari Gini, Ada Warga Buang Hajat di Pantai
Kondisi ini sudah berlangsung lama. Namun belum ada perhatian dari pemerintah untuk fasilitas MCK.
Penulis: Ryo_Noor |
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pesisir Minahasa Utara, untuk merasakan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang nyaman dan bersih, ibarat barang yang harus dibayar mahal, karena selama ini warga kurang merasakan fasilitasnya secara memadai.
Ambil contoh, di pesisir Kecamatan Likupang Timur, Desa Likupang II. Di tempat ini sangat minim fasilitas MCK, terutama di pesisir Batuwoka. Solusinya, warga harus terpaksa membuang hajat di pesisir pantai. Belum lagi sarana air bersih. Warga terpaksa harus mengeluarkan kocek untuk membeli air, baik untuk keperluan mandi, cuci dan minum.
Kondisi ini pun di keluhkan, Sarjan Maramis, Hukumtua Desa Likupang II. "Kondisi ini sudah berlangsung lama. Namun belum ada perhatian dari pemerintah untuk fasilitas MCK," katanya kepada tribunmanado.co.id, belum lama ini.
Lebih parahnya, kata Sarjan, akibat buang hajat sembarang, anak-anak kerap terserang penyakit muntaber.
"Kami pemerintah desa sudah berupaya mengimbau warga untuk tak buang hajat sembarangan, tapi mau bagaimana lagi, tidak tempatnya. Mau buat wc sendiri tak mampu, makan saja susah," ungkap Sarjan.
Sumitro, warga Desa Likupang II pun mengeluhkan kondisi itu. Sejauh ini, Kata Sumitro memang ada bantuan pemerintah pengadaan WC Komonal. "Tapi itu baru di Kampung Ambon (Likupang II), yang di Batu woka belum ada," ujarnya.
WC komonal, kata Sumitro, sistemnya itu di bangun di tiap beberapa rumah warga, dilengkapi , dengan sambungan pipa paralon, warga tinggal menyediakan dudukan wc. "Bagus juga kalau ada bantuan seperti itu lagi. Supaya kotoran tidak di sembarang tempat," kata Sumitro. (ryo)