A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Presiden FIFA Temui Presiden Brasil Guna Mengakhiri Kisruh - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Manado

Presiden FIFA Temui Presiden Brasil Guna Mengakhiri Kisruh

Sabtu, 17 Maret 2012 15:37 WITA
Presiden FIFA Temui Presiden Brasil Guna Mengakhiri Kisruh
Daylife/Reuters
Presiden Brasil Dilma Rousseff (kanan) menjabat tangan Presiden FIFA Sepp Blatter (tengah) disaksikan oleh pemain legendaris Brasil, Pele (kiri) di Istana Planalto di Brasilia, Jumat (16/3/2012), untuk mengakhiri kisruh karena kritik pedas Sekjen FIFA, Jerome Valcke.
TRIBUNMANADO.CO.ID, BRASILIA - Presiden federasi sepak bola dunia (FIFA), Sepp Blatter, akhirnya menemui Presiden Brasil Dilma Rousseff, Jumat (16/3/2012). Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut permohonan maaf FIFA kepada pemerintah Brasil atas kisruh mengenai persiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2014 yang dipicu oleh kritik Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke.

Usai pertemuan ini, Blatter mengatakan bahwa FIFA siap bekerja sama dengan Brasil untuk memastikan perhelatan akbar sepak bola ini berjalan dengan sangat baik.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa kami akan bekerja sama dan bergandengan tangan dan kami akan mampu mempersembahkan ajang Piala Dunia paling luar biasa yang pernah diselenggarakan," ungkap Blatter seperti dilansir AFP.

Pada awal Maret, Valcke mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai persiapan Piala Dunia 2014 di Brasil yang lamban. Bahkan dia menyebutkan, negeri tim samba itu membutuhkan "tendangan dari belakang". FIFA memang mencatat perkembangan renovasi konstruksi stadion dan persiapan infrastruktur di Brasil sangat menggemaskan.

Pernyataan ini pun menuai kekecewaan dari pemerintah Brasil. Melalui Rebelo, pemerintah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengakui lagi Valcke sebagai juru bicara FIFA. Untuk mencairkan ketegangan, pekan lalu, Blatter telah melayangkan permohonan maaf tertulis kepada pemerintah Brasil. (*)
Editor: Dion_Putra
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
63371 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas