Olah Raga
Hari Jumat, Musda Pertama KONI akan Berlangsung
Dijadwalkan Jumat (16/3/2012), ada gelaran musyawarah daerah (Musda) pertama Komite Olah Raga Indonesia (KONI).
Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON — Masih penasaran siapa sosok yang akan memimpin organisasi induk olah raga di Kota Tomohon, nanti akan segera terjawab pada hari Sabtu (17/3/2012), karena itu dalam waktu dekat ini, dijadwalkan Jumat (16/3/2012), ada gelaran musyawarah daerah (Musda) pertama Komite Olah Raga Indonesia (KONI).
Josis Ngantung, Sekretaris Panitia Musda Pertama KONI Tomohon mengatakan, surat undangan dan pemberitahuan pelaksanaan musyawarah telah disampaikan kepada seluruh pengurus cabang olah raga, yang menjadi calon peserta.
“Musda pertama KONI tetap dilaksanakan Sabtu (besok) di Aula Lantai III Kantor Wali Kota. Berapa banyak peserta yang ikut, akan diketahui setelah proses registrasi selesai dilakukan, undangannya sudah diberikan kepada pengurus cabang olah raga,” katanya kepada tribunmanado.co.id, Kamis (15/3/2012).
Ia mengungkapkan, setiap pengurus cabang olah raga yang menjadi calon peserta, wajib hadir di lokasi kegiatan pukul 08.30 Wita untuk melakukan registrasi, dengan melampirkan dokumen surat keputusan asli dan lampiran foto copy atau surat mandat yang ditandatangani pengurus sah di atas materai.
“Yang mendapat mandat harus tercatat dalam struktur kepengurusan, dimana setiap pengurus cabang hanya bisa mengutus tiga orang saja. Bagi yang terlambat melakukan registrasi hingga pukul 10.20 Wita, maka hanya diperkenankan menjadi peninjau saja,” tegas Josis.
Josis juga meminta tak ada dualisme kepengurusan dari cabang olah raga yang akan mengikuti musyawarah, agar tak mengganggu proses pembentukan KONI nanti. “Jika ada dualisme kepengurusan, maka diharapkan dapat diselesaikan sebelum Musda dimulai, jika tidak maka mungkin tak bisa mengikuti musyawarah. Jangan merusak dan mengganggu jalannya musyawarah, hanya karena tarik menarik keabsahan kepengurusan,” ujarnya.
Siap digelarnya Musda tersebut membuat nama sejumlah figur mencuat, untuk menduduki posisi tertinggi organisasi induk olah raga itu. Selain, Ivan Sarundajang yang kini menjabat Ketua Forki Kota Tomohon, nama akademisi seperti Profesor Alex Kawilarang Masengi, juga berpeluang untuk maju. Ada juga figur Josis Ngantung dari penggiat olah raga dan Freddy Kaligis seorang birokrat.
Donny Turang, pengurus Wushu Kota Tomohon berharap figur nantinya yang memimpin KONI ke depan, adalah mereka yang benar-benar serius untuk membangun dan memajukan olah raga di daerah ini, bukan sekadar menjadi batu loncatan atau adanya kepentingan sesaat saja. “Pembentukan KONI harus dijauhkan dari kepentingan sesaat dan intervensi politik dari kelompok tertentu, karena itu sangat mengancam masa depan olah raga di Tomohon. Apalagi ini baru dilaksanakan musyawarah pertama, tunjukkan sikap yang elegan,” tegasnya.
Ia berharap semua elemen yang terlibat nanti menjaga keamanan, tidak membuat kekacauan atau kegaduhan karena memperjuangkan sesuatu yang dapat merugikan kepentingan masyarakat banyak. “Olah raga di Tomohon harus maju, jadi musyawarah KONI harus sukses,” tukas Turang.
Sebelumnya, Ivan Sarundajang belum member sinyal untuk maju sebagai Ketua KONI Tomohon, sebab masih fokus untuk memajukan olah raga Karate di daerah ini. “Saya belum berpikir untuk maju ke KONI, masih fokus mengurus FORKI dulu,” katanya kala itu. (war)