Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Organisasi

Brigade Manguni Manado Nilai PAMI Jual Isu Murahan

Brigade Manguni (BM) DPC Manado mengecam rangkaian aksi yang dilakukan Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI)

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Brigade Manguni (BM) DPC Manado mengecam rangkaian aksi yang dilakukan Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut lembaga tersebut mengusut dugaan penyimpangan di Pemko Manado.

Tonaas BM DPC Manado, Moning Mamengko menilai, demo-demo PAMI di Jakarta tak kontekstual. Sebab, persoalan yang diangkat merupakan kasus lama dan sudah ditangani KPK. Ia menilai, apa yang diutarakan PAMI yang dipimpin Noldy Pratasis dalam demo beberapa kali menjurus pada fitnah terhadap Wali Kota Manado, Vicky Lumentut.

"Kami menilai itu tak lebih dari pada fitnah yang menjurus pada memecah belah warga Kota Manado. Kasus yang diangkat semua basi karena sudah ditangani KPK dan Polda Sulut. Wali Kota Manado yang namanya disebut-sebut perlu mengambil tindakan tegas," kata Mamengko, Kamis (15/3).

Ia menilai, PAMI seharusnya lebih kritis melihat sejumlah kasus besar nasional seperti kasus Century, mafia pajak part II, korupsi Wisma Atlet PON Palembang dan lainnya. "Jangan menyebarkan isu-isu yang justru memperkeruh tatanan dan situasi kondusif di Manado. Kota ini sedang bergeliat dalam pembangunan. Kalaupun mengutarakan kritik, lebih dewasa dengan memberikan solusi," tuturnya.

BM meminta Wali Kota Manado fokus pada pemerintahan dan upaya membangun Kota Manado. "Wali Kota Manado jangan ambil pusing dengan demo-demo seperti itu. Lebih baik berkonsentrasi pada pembangunan Manado di semua sektor. Warga kota juga kiranya lebih selektif dalam menerima informasi dan jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu murahan. Mari torang jaga bersama Kota Manado," katanya.

Mamengko mengecam keras ancaman Noldy Pratasis yang menyatakan akan menduduki kantor Wali Kota Manado. Baginya, ancaman itu tendensius dan omong kosong. "Cara-cara seperti itu merupakan bentuk provokasi. Brigade Manguni berada di depan menghadang upaya mereka. Kalau perlu sejak di bandara kami akan tolak," tegasnya.(*/ndo)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved