Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertahanan Militer

Latihan Perang Bersenjata di Pangkalan Satkamla Bitung, Seru!

Bak perang dunia ke II bunyi suara tembakan, ledakan akibat tembakan dari, serta bunyi sirine mulai menggema.

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Latihan Perang Bersenjata di Pangkalan Satkamla Bitung, Seru! - FotoLatihanPengamananPangkalanSatkamlaBitung.jpg
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Foto latihan perang.
Latihan Perang Bersenjata di Pangkalan Satkamla Bitung, Seru! - Foto_Latihan_Pertahanan_Pangkalan_Satkamla_Bitung.jpg
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Latihan Perang Bersenjata di Pangkalan Satkamla Bitung, Seru! - satu_diantara_korban_perang_dievakuasi_oleh_tim_media._Korban_terkena_boom_dari_pesawat_Cass_yang_menyerang_Pangkalan_Satkamla_.jpg
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Udara dingin akibat rintik hujan yang membasahi sebagian wilayah Kota Bitung tak sebanding yang terjadi di pangkalan Satkamla Aertembaga Bitung. Sejumlah kapal KRI nampak terparkir di dermaga satkamla, kendaraan ambulance siap, dan yang lebih menegangkan ratusan pria yang berpakaian loreng lengkap dengan senjata laras panjang, dan sejanta lainnya menempati sejumlah titik vital untuk mengamankan wilayah tersebut dari serangan teroris yang menyerang dengan menggunakan pesawat Cassa NT 212.

Bak perang dunia ke II bunyi suara tembakan, ledakan akibat tembakan dari, serta bunyi sirine mulai menggema mana kala pesawat terbang jenis Cassa yang dibawah pimpinan Mayor laut (P) Winardi dari Squadron 600 Wing udara 1 Surabaya melintas diatas pangakalan satkamla Bitung. Inilah gambaran latihan pertahanan pangkalan yang melibatkan Fasharkan, Disyahal, semua anggota KRI, Satkamla, Yonmarhanlan, Rumkit dr Wahyu Purnomo Bitung, dan Lantamal VIII Manado. "Ini seperti perang beneran," kata Londo bagian Dispenal Danlantamal VIII Manado disela-sela mengabadikan latihan pertahanan pangkalan dengan menggunakan Camera video.

Ia pun sempat terkejut saat mendengar bunyi TNT yang disimulasikan layaknya tembakan dari pesawat Cassa yang menimpa Instalasi pos pertahan udara Altileri yang diawaki oleh Yonmarhanlan sampai terbakar, dan dipadamkan oleh petugas satkamla. Sayangnnya kebarakan tersebut tak mampu dipadamkan sehingga harus mengerahkan bantuan satu unti mobil kebakaran dari pemkot Bitung. "Bunyi sangat kecang, sampai getarannya terasa oleh saya," tambahnya. Sementara itu menurut Kadispenal Lantamal VIII Manado latihan ini dipimpin langsung oleh Danlantamal VIII Laksma Guguk Handayani.

"Tujuannya untuk mengasah naluri prajurit TNI AL khususnya Lantamal VIII dalam mengantisipasi serangan yang datang setiap, serta telah dilakukan operasi keamanan laut terpadu," kata Kadispen Lantamal VII Lettu Laut (KH) Ferry. Dijelaskannya dalam latihan tersebut ikut diledakan tiga buah TNI dengan daya ledakan setengah pound seolah-olah sebagai serang bom dari pesawat Cassa. "Pesawat yang menyerang mulai tercopy diradius 12 knot kilomile mil laut melalui informasi dari RCC ( Regional Command and Control Center) dari Lantamal VIII Manado," tuturnya. Dijelaskannya dalam latihan kali ini sejumlajh objek vital seperti pangkalan satkamla, pelabuhan Bitung, dan Pertamina menjadi sasaran dari teroris yang menyerang.

"Sebelum menerima informasi adanya serangan telah disebar pasukan disejumlah pos daerah vital. Karena dari pengalaman perang biasa yang pertama diserang ialah objek vital tersebut karena menyediakan segala pasokan untuk kebutuhan perang," ceritanya. Dalam latihan tersebut tercatat ada 3 korban masing-masing 1 korban meninggal dunia, 1 kritis, dan 1 luka ringan. "Adapun yang mendukung latihan pertahanan pangkalan ialah KRI Layang, Tongkol, Nusa Utara, Patola, Kalsiau, dan 3 Patkamla," tambahnya.

Setiap personil yang terlibat masing-masing membawa senjata laras panjang tipe SS 1, senjata bantuan Mortir 60 MM 2 pucuk, senjata mesin sedang (SMS) jenis matraliur kaliber 7.62 MM 2 pucuk, SG 43 pucuk untuk menangkal serangan dari udara, dan ditambah dengan semua meriam yang terpasang di KRI," kata dia. Adapun total keselurahan personil yang terlibat dalam latihan tersebut berjumlah ratusan orang. "1 Batalyon Marinir dari Yonmarhanlan VIII Bitung disebar di tiga titik vital, 1 satuan setingkat batalyon Satkamla, Dissyahal, dan Fasharkan Bitung, dan 1 Unit Damkar dari Pemko Bitung," tandasnya.(christian wayongkere)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved