Pemerintahan
3 Calon Sekkot Manado Ikut FPT
Tiga calon sekretaris Kota Manado yakni Haefrey Sendoh, Arnold N Kewas, dan Henny Giroth mengikuti fit and proper test
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Rine F Araro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -
Tiga calon sekretaris Kota Manado yakni
Haefrey Sendoh, Arnold N Kewas, dan Henny Giroth mengikuti fit and
proper test, di Aula BKD Sulut, Senin (27/2).
Pantauan Tribun Manado, uji kepatutan dan kelayakan ini dimulai sejak
Pukul 11.00 WITA. Haefrey Sendoh mendapat giliran pertama untuk
menghadap para penguji yang diketuai oleh Assiten 3 Edwin Silangen
didampingi Inspektur Jefry Korengkeng, Assiten I Mecky Onibala, Kepala
Badan Kepegawaian (BKD) Sulut Roy Tumiwa, dan Kepala Biro Organisasi
Kepegawaian Lynda Watania.
Arnold N Kewas yang merupakan peserta nomor urut dua, terlihat tenang.
Kewas yang ditemui di ruang tunggu mengatakan, dirinya sudah siap
mengikuti tes ini. Menurut Kewas, ini kali pertamanya mengikuti tes
seperti ini. "Torang dua (Henny Giroth) kwa sebenarnya hanya tim
penggembira saja. Tapi kita tetap mempersiapkan yang terbaik," ujar
Kewas.
Kata Inspektur Kota Manado ini, dia hanya menyerahkan semua kepada
Tuhan. Menurutnya, kalau dilihat dari segi kepangkatan, dirinya masih di
bawah dari pangkat Haefrey Sendoh. "Kalau dari pangkat saya masih 4C.
Kita ikut saja prosedurnya. Kan saya sudah pernah merasakan jadi Plt
Sekkot selama lima bulan," kata Kewas diikuti tawa.
Meski begitu Kewas sudah menyiapkan rencana dan strateginya ketika nanti
menjadi sekretaris kota. Kata Kewas visinya adalah sekretaris daerah
sebagai katalisator pelaksanaan tugas dan wewenang wali kota dan wakil
wali kota. "Kalau misi saya menjadikan sekretaris daerah sebagai primary
supporting system bagi wali kota dan wakil wali kota," jelas Kewas.
Untuk strategi, Kewas punya tiga stragi. Menurut Kewas, Sekretaris
daerah itu untuk memberikan dukungan teknis administratif kepada wali
kota dan waki wali kota dalam pengambilan kebijakan, kselain itu
memberikan dukungan teknis administratid dalam penyelenggaraan tupoksi
OPD. "Strategi yang terakhir adalah memperkuat peran wali kota dan wakil
wali kota melalui dukungan teknis administrasi staf semua jenjang OPD
di bawah koordinasi sekda,"tutur Kewas.
Henny Giroth, juga mengatakan ini tes pertamanya. Kata dia, tak ada
persiapan khusus yang dilakukannya. "Kalau renstra (rencana dan
strategi) kan memang wajib dibuat," ucapnya.
Ditemui usai menjalani tes, Haefrey Sendoh mengatakan, tes yang
dijalaninya ini sudah sesuai dengan prosedur. Soal peluang, Sendoh
mengatakan semua kandidat yang mengikuti tes ini punya peluang yang
sama. "Saya kira kita bertiga punya peluang yang sama untuk
didefinitifkan. Itu tergantung penilaian nanti," tutur Sendoh.
Kadis Pariwisata Provinsi Sulut ini mengatakan, satu di antara poin
penting dalam rencana dan strateginya adalah aset kota Manado.
Dikatakannya, penataan aset merupakan masalah yang urgent. "Kalau kita
bercita-cita agar Kota Manado meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP) maka ini adalah harga mati," ucap Sendoh.(aro)