Selasa, 27 Januari 2015

Mengungkap Ayung, Menduga Motif Kasus John Kei

Jumat, 24 Februari 2012 08:56 WITA

Mengungkap Ayung, Menduga Motif Kasus John Kei

Saat ditemukan, pada jenazah Tan Harry Tantono, alias Ayung, terdapat 32 luka yang tujuh di antaranya berupa luka tusuk, dan satu luka gorokan.

Dalam penyelidikan, polisi mendapat rekaman CCTV (close circuit television) yang menunjukkan bahwa John Refra alias John Kei dan 16 pria lain keluar masuk kamar 2701 hotel tadi. Maka, polisi pun kemudian mencurigai bahwa John Kei dan kawan-kawan terlibat dalam pembunuhan itu.

Sebulan kemudian, Jumat (17/2/2012) malam, John Kei ditangkap di kamar 501 Hotel C'One di Jalan A Yani Pulomas, Jakarta Timur. Saat ditangkap, John Kei sedang bersama artis tahun 1980-an bernama Alba Fuad. Polisi menembak kaki kanan John Kei dalam penangkapan itu.

Pengacara John Kei, Taufik Candra, mengatakan, kliennya tidak terlibat pembunuhan meski ia berada di tempat kejadian perkara. Pembunuhan dilakukan oleh teman-teman John Kei yang menagih fee pada Ayung.

"John Kei kesal karena ada teman-teman John Kei yang bekerja untuk Ayung tanpa sepengetahuan John Kei. Oleh karena itu John Kei bersama beberapa temannya pergi meninggalkan kamar hotel, sementara beberapa teman John Kei lainnya yang menagih fee, tetap bersama Ayung," papar Taufik.

Akan tetapi, polisi tetap berkeyakinan John Kei terlibat kasus pembunuhan Ayung. "Kami sudah mendapat persesuaian antara bukti forensik jenazah korban dan rekaman CCTV serta pengakuan sejumlah saksi," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto di ruang kerjanya, Senin lalu.

Yang masih menjadi keraguan polisi, kata Ajun Komisaris Besar Nico Afinta, wakil Toni, adalah motif pembunuhan ini. "Kalau motifnya menagih utang atau menagih fee, cara yang mereka tempuh sudah sangat berlebihan. Sepengetahuan saya, tak ada kelompok penagih utang menempuh cara brutal seperti yang mereka lakukan," tutur Nico.

Halaman1234
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas