A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Inilah Kronologis Kasus Pembunuhan Yuli Wowor - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Manado

Inilah Kronologis Kasus Pembunuhan Yuli Wowor

Rabu, 22 Februari 2012 22:45 WITA
Inilah Kronologis Kasus Pembunuhan Yuli Wowor - 2202opo.tmhn_rekonstruksi_kss_kematian_yuli_dmulai_.jpg
Rekonstruksi pembunuhan Fransiska Wowor
Inilah Kronologis Kasus Pembunuhan Yuli Wowor - 2202opo3.tmhn_feri_raba_paha_korban_saat_rekonstruksi_.jpg
Inilah Kronologis Kasus Pembunuhan Yuli Wowor - 2202opo2.tmhn_feri_pkl_krban_dgn_helm_.jpg
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada


TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON
- Misteri kematian Fransiska Wowor alias Yuli (27), warga Matani II Lingkungan VII, Selasa (10/1/2012) lalu menjadi jelas, setelah Polres Tomohon menggelar rekonstruksi, Rabu (22/2/2012) pagi.

Retaknya tulang belakang kanan kepala korban dan terjadinya pendarahan otak yang menyebabkan jantung tidak berfungsi sehingga menyebabkan kematian, ternyata bukan hanya disebabkan akibat terjatuh dari motor yang dikendarai tersangka FR alias Feri (39), warga Woloan II Kecamatan Tomohon Barat.

Tapi, kondisi diperparah akibat dipukul Feri menggunakan helm tengkorak yang dipakainya pada bagian belakang kepala, setelah melihat korban tergeletak di Jalan Wakas Kelurahan Paslaten II Lingkungan 12.
Feri memperagakan pemukulan kepada Yuli yang dalam kondisi tak berdaya pada adegan ke‑15 saat digelar rekonstruksi, kemarin. Fakta ini bertolak belakang dengan pengakuan Feri sebelumnya, ia pernah menuturkan sempat ingin menolong Yuli, tapi karena takut ada orang yang datang, maka ia segera bergegas pergi.

Fakta lain yang terungkap saat rekonstruksi, barang milik korban seperti handphone (BlackBerry dan Nokia), dompet, dan roti yang terbungkus dalam kantong plastik, ternyata tidak digantung di setir motor sejak membonceng Yuli dari depan Bank BNI, kawasan pusat Kota Tomohon. Barang‑barang tersebut dijarahnya, setelah Yuli terjatuh dan dipukulnya. Tersangka melarikan diri dan meninggalkan Yuli dalam kondisi sekarat.

Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas mengaku sebelum rekonstruksi digelar, sehari sebelumnya tersangka Feri memang mengakui jika yang bersangkutan sempat memukul Yuli setelah terjatuh. "Tersangka sendiri yang mengakui perbuatannya itu, makanya berita acara kami ubah dan tambah sesuai dengan pengakuannya," jelasnya.

Tersangka menurut Tawas gelisah, sehingga lebih memilih mengungkap fakta yang sebenarnya ketimbang menyembunyikannya.  "Dia mengaku gelisah, jika tidak mengatakan perbuatan yang sesungguhnya. Jadi, tak hanya motor yang disita sebagai barang bukti, tapi helemnya juga," katanya didampingi Wakapolres Tomohon Kompol Jouddy Kalalo.

Feri sterancam hukuman seumur hidup, setelah dijerat empat pasal sekaligus yakni 338, 339, 340 dan 365 KUHP. "Dengan adanya rekonstruksi, maka perbuatan tersangka menjadi lebih jelas," tutur Tawas.
Feri memperagakan sedikitnya 26 adegan, ketika mulai membonceng Yuli dan sempat meraba‑raba paha Yuli pada adegan ke‑6, karena memiliki niat untuk memperkosa.  Usai memukul Yuli, ia bergegas pulang ke rumahnya di Pinaras, dan sempat membuang roti dalam bungkusan plastik, sementara hand phone dan uang diambilnya.

Rekonstruksi kemarin berjalan lancar, dan dikawal ratusan personil Kepolisian. Warga sempat meneriakkan ungkapan kekesalan kepada tersangka, saat memperagakan adegan memukul Yuli dengan helm. "Hukum dia sampai busuk dipenjara," teriak sejumlah warga dengan spontan.

Yuli sendiri kala itu ditemukan pertama kali oleh pelajar Efko Tambuwun (15), warga Paslaten 2 Lingkungan 12 sekitar pukul 20.00 Wita. Saat ditemukan, korban masih hidup, tapi sudah tak sadarkan diri dalam kondisi tertelungkup, mengalami luka lecet di tumit kanan, lecet di pinggul kanan, lecet di lengan kanan, memar pada bagian belakang kepala kanan, mengeluarkan dari telinga dan hidung serta muntah‑muntah di jalan raya.

Dari hasil otopsi juga, tulang belakang kanan kepala korban juga retak dan terjadi pendarahan otak yang menyebabkan jantung tidak berfungsi sehingga menyebabkan kematian. (war)
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Anthonius_Iwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
61492 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas