A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

4 Cara Ngobrol dengan Dokter Lebih Lama - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Manado

4 Cara Ngobrol dengan Dokter Lebih Lama

Selasa, 21 Februari 2012 13:39 WITA
Buat catatan berisi pertanyaan yang ingin Anda lontarkan pada dokter.



Dokter kandungan boleh dibilang dokter yang paling sibuk. Bila ingin berkonsultasi dengan dokter senior, kadang-kadang Anda harus membuat janji sebulan sebelumnya. Namun antrian pasien yang begitu panjang juga membuat dokter tak bisa leluasa memberikan konsultasi untuk Anda. Belum lagi jika sang dokter harus segera melakukan tindakan seperti operasi, ia tentu harus sering meninggalkan ruang praktik.

Jika pun Anda bisa "berkencan" lebih lama dengan sang dokter, belum tentu obrolan Anda bisa nyambung. Maklum, dokter selalu menggunakan istilah-istilah medis yang tak Anda pahami. "Sekolah kedokteran memang mengajarkan mahasiswanya untuk berinteraksi dengan pasien, namun begitu mereka mulai berpraktik sebagai dokter, perilaku alami mereka pasti nampak," ujar Sherrie Kaplan, PhD, peneliti utama mengenai interaksi dokter-pasien.

Boleh percaya boleh tidak, namun pasien yang puas lebih mungkin menjadi pasien yang sehat, demikian menurut penelitian University of California, Irvine. Karena itu, cobalah mengubah cara Anda berkonsultasi dengan dokter dengan mengenali situasi berikut.

Dokter sudah mengulurkan tangan tanda berpisah sebelum Anda puas dengan jawabannya.
Solusi: Buat catatan mengenai apa saja yang ingin Anda ketahui, dan tunjukkan daftar pertanyaan tersebut pada dokter ketika Anda menemuinya di ruang praktek, demikian saran Larry Mauksch, MEd, pengajar senior dalam bidang pengobatan keluarga di University of Washington, Seattle. Jangan menunggu sampai pertemuan berakhir untuk melontarkan topik-topik yang paling penting. Catat juga setiap jawaban yang diberikan oleh dokter. Sekadar informasi, para peneliti Johns Hopkins University mendapati bahwa dokter perempuan secara rata-rata memberikan konsultasi dua menit lebih lama daripada dokter pria.

Tip: Acuhkan saja bila dokter mulai terkesan memburu Anda untuk segera mengakhiri pertemuan. Segera lontarkan pertanyaan dari daftar yang belum sempat Anda tanyakan sebelumnya.

Dokter berbicara dengan istilah-istilah kedokteran tanpa menjelaskan apa maknanya.
Solusi: Sebanyak 78 persen pasien tidak benar-benar mengerti apa yang dikatakan oleh dokternya, demikian laporan sebuah studi di Annals of Emergency Medicine. "Katakan saja pada dokter, 'Dok, Anda menggunakan kata-kata yang tidak saya mengerti', atau 'Saya tidak mengerti mengapa Anda menyarankan hal itu'," ujar Mauksch.

Ulangi setiap kata asing yang Anda dengar, dan tanyakan pada dokter apakah Anda mengucapkannya dengan benar, lalu tulis pada catatan Anda. Tak perlu malu menanyakannya. Bayangkan kalau dokter tersebut mendengarkan Anda berbicara dengan rekan kerja Anda menggunakan istilah-istilah internal di bank atau bagian produksi stasiun televisi atau advertising. Tentu dokter juga tidak mengerti.

Tip: Pastikan bahwa Anda menyampaikan dengan jujur apa yang Anda alami pada dokter, khususnya mengenai kesehatan Anda, kesalahan yang mungkin telah Anda lakukan, atau bahwa Anda tidak memahami sesuatu.

Dokter mengabaikan kekhawatiran Anda, namun Anda tetap merasa sesuatu bisa saja salah.
Solusi: Jelaskan mengapa Anda khawatir. Contohnya, karena nenek Anda meninggal karena tumor otak, Anda khawatir migrain yang Anda alami merupakan tanda-tanda bahwa Anda juga memiliki tumor pada otak. Mengekspresikan kekhawatiran Anda memberi petunjuk mengenai sejarah keluarga Anda pada dokter, sehingga dokter dapat menjelaskan pula mengapa Anda harus atau tidak perlu waspada. Bisa jadi, tumor yang dimiliki nenek tidak akan menurun pada keluarganya. Kaplan menyarankan, jika Anda sudah melakukan hal ini, tetap merasa ada sesuatu yang tidak beres, ikuti intuisi Anda, dan cari second opinion.

Tip: Ikuti intuisi Anda jika Anda merasa ada yang tidak berjalan semestinya.

Dokter tidak dapat ditemui atau dihubungi di luar jam praktik.
Solusi: Saat Anda berkonsultasi dengan dokter, mintalah nomor telepon atau email dokter yang bisa dihubungi. Sekarang ini, dokter juga sudah memiliki Facebook, Twitter, dan bersedia berkonsultasi melalui email atau instant messenger. Namun jika Anda sudah mendapatkan email address-nya, pastikan menuliskan pesan Anda secara singkat, dan jangan mengharapkan balasan yang cepat. Bila Anda perhatikan, status update para dokter di jejaring sosialnya juga sering berisi informasi kesehatan, sehingga tentu akan berguna untuk Anda.

Tip: Cari dokter yang peduli dengan apa yang dirasakan pasien, dan memberi kesempatan pasien untuk berpendapat. Dokter yang baik adalah dokter yang bersedia meluangkan waktunya untuk pasien, sesibuk apa pun mereka.

 
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
61381 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas