Rabu, 26 November 2014
Tribun Manado

Mobil Xenia 1000 cc Super Irit

Jumat, 17 Februari 2012 21:54 WITA

Mobil Xenia 1000 cc Super Irit
TRIBUNMANADO/BUDI SUSILO
Xenia
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Pabrikan otomotif kenamaan asal Jepang, Daihatsu menawarkan solusi menghadapi krisis energi setelah ada rencana pemerintah pusat membatasi penggunaan bahan bakar minyak subsidi premium mulai April 2012. Kebijakan itu membatasi bagi kendaraan pelat hitam untuk memperoleh BBM bersubsudi.

Daihatsu menawarkan produk family car, Xenia 1000 cc yang mengefisenkan pengeluaran karena terbilang irit.

Fanfan Fadilah, Branch Manager Daihatsu Manado, menuturkan, Daihatsu Xenia 1000 cc dikenal sebagai mobil keluarga. Di masyarakat Indonesia telah dikenal luas serta dipercaya sebagai produk favorit dari semua kalangan. Apalagi selama ini, Xenia sebagai terobosan alat transportasi yang mampu memuat banyak penumpang serta bodi mobil kuat dan hemat walau menggendong 3 silinder.

"Karena lebih sedikit komponennya maka biaya perawatannya lebih terjangkau," ujarnya kepada Tribun Manado di Restoran Raja Sate, Jumat (17/2/2012).

Keberadaan Xenia 1000 cc lebih untuk mengadaptasi zaman terkini yang semakin langka dan mahalnya sumber daya alam energi minyak bumi. Silindernya yang hanya cukup 3 buah akan membuat sedikit komponen yang bergesekan, tenaga tetap lebih utuh.

"Lebih sedikit komponen yang dipakai maka mesin jadi lebih ringan," kata Fanfan.

Bila dibandingkan dengan mobil 1300 cc yang menggendong 4 silinder, faktanya mobil 1000 cc 3 silinder tetap lincah di perkotaan dan tetap bertenaga saat ditanjakan atau dibawa keluar kota. Secara diameter, silinder 3 dan 4 memiliki diamter piston yang sama. "Tapi yang 3 silinser langkah lebih besar dan responsif RPM rendah," ungkap Fan-fan.

Karena itulah, dampak yang diperoleh menggunakan mobil 1000 cc silinder 3 konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih irit walau volumenya lebih besar sebab teknisnya itu terjadi pengurangan suplai BBM dan manfaatnya dicapai tingkat efesien tinggi. "Tidak terlalu kehilangan tenaga," tuturnya. (bdi)
Editor: Anthonius_Iwan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas