• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Manado

Warga Bitung Tidak Tahu Kawasan Ekonomi Khusus

Kamis, 16 Februari 2012 21:18 WITA
Warga Bitung Tidak Tahu Kawasan Ekonomi Khusus
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Vonny Palilingan yang mengaku sebagai pemilik tanah yang akan dijadikan lokasi KEK.
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere.

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
- Pelaksanaan Kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kota Bitung tepatnya di Kelurahan Tanjung Merah ternyata belum sepenuhnya diketahui warga setempat. Ini terkuat usai kedatangan rombongan dewan Nasional KEK kelokasi KEK, Kamis (16/2/2012).

"Saya tidak tahu apa itu KEK," kata Udin Lumente (50) kepada Tribun Manado disela-sela kunjungan rombongan dewan Nasional KEK. Lumente warga yang berdomisili dilokasi pengerjaan KEK mengaku sama sekali tidak mengetahu maksud dan tujuan kedatangan rombongan yang persis berada disamping rumahnya. "Cuma dengar informasi ada Menteri yang mau datang, dan tidak tahu mereka itu sedang apa," tuturnya .

Begitu juga dengan baliho master plan yang membumbung tinggi ke atas tidak di mengerti apa isi di dalamnya. "Benda itu baru saya lihat hari ini, sebelumnya tidak ada," tambahya. Sementara itu di tengah keseriusan Pemko Bitung mendukung pelaksanaan KEK ternyata mendapat tentangan dari seorang warga yang mempersoalkan masalah status lahan. " "Saya binggung mereka buat apa di atas tanah saya," kata Vonny Palilingan.

Menurutnya di atas lahan yang memiliki luas 92 hektar lebih tidak pernah melibatkannya dalam hal rencana pengerjaan KEK dan pembebasan lahan. "Saya tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi KEK, hanya waktu kemarin pas lihat baliho ada kunjungan rombongan tim KEK baru saya tahu," tutur istri pansiunan Disnakertrans Pemprov Sulut ini.

Menurutnya lahan tersebut dipergunakannya bersama dengan kelompok tani setemput untuk peternakan dan ada keterangan berupa papan kelompok tani Himpunan peternak. "Tanah ini sendiri milik PT Ranomut yang merupakan saudaranya dan ada oknum PT Assa mengaku sudah memiliki tanah tersebut," ujarnya.

Berdasarkan sertifikat tanah pada tahun 1980 yang dikeluarkan oleh badan pertanahan jelas ini miliknya bersama PT Ranomut. "Tanah ini tidak akan dijual meskipun ada ganti rugi dari pemerintah, sebelum ada komunikasi langsung dengan saya dan PT Ranomut," kata dia. Sementara itu PT Assa sendiri saat dikonfirmasikan mengaku tanha dengan luas 92 hekter merupakan milik dari PT Assa, dan sisanya sekitar 22 hektar lebih milik Dino Vega yang merupakan Direktur PT Assa.

"Ada akte pelepasan tanah kepada kami dari PT Ranomut kepada PT Assa," kata Arifin staf PT Assa. Pelepasan tersebut dilakukan antara kedua belah pihak pada tahun 1991 langsung kepada pimpinan PT Assa Dino Vega. "Ada sebagian lagi tanah pasini atas nama Dino Vega," tambahnya.

Ia mengaku tidak mengetahui kalau ada pihak yang mengatasnakan memiliki tanah tersebut. "Kami tidak tau kalau ada yang mengaku pemilik tanah diluar PT Assa," tambahnya. Pihak PT Assa sendiri akan menempuh jalur hukum dengan adanya pengakuan kepemilikan tanah diluar PT Assa. "Yah, kalau mereka bilang tanah itu milik mereka silakan ke Pengadilan Negeri Bitung," tandasnya. (crz)
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
61093 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas