Perjuangan
Permesta Bukan Penjahat!
Tentara Permesta dikenal dengan para pejuang gerilya bersemangat tinggi yang ada di Sulawesi Utara.
Laporan Wartawan Tribun Manado Yudith Rondonuwu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tentara Permesta dikenal dengan para pejuang gerilya bersemangat tinggi yang ada di Sulawesi Utara. Walaupun beberapa versi cerita agak miring tentang Permesta tetapi sesuangguhnya bagi sejumlah eks Tentara Permesta, justu pergolakan tersebut karena keinginan untuk memajuka daerah Sulut yang saat itu masih dikuasai penjajah.
"Permesta bukan penjahat! Kami berjuang saat itu untuk kemerdekaan Sulawesi Utara agar bisa berkembang pesat dibanding daerah lain saat itu di Indonesia," ungkap mantan Tentara Permesta Lengkong Worang saat membawakan Sambutan pada perayaan HUT-nya ke-85 di Xanadu Restoran, Sabtu(11/2).
Suami dari Corrie Amy Rumondor ini, pada masa
Permesta menjabat Asisten II dengan pangkat Kapten, lalu menjadi
Panglima Komando Daerah Pertempuran Minahasa bersama Pimpinan Kolonel
Permesta Yus Somba (alm) saat itu.
"Hal yang paling berkesan dalam
perjuangan saat itu adalah waktu saya ditunjuk sebagai Komandan Upacara
dalam rangka perdamaian TNI RI dengan Permesta di Malenos Amurang
tanggal 4 April 1961," ungkap adik dari mantan Gubernur Sulut HV Worang
ini.
Banyak hal yang Ia ceritakan saat syukuran perayaan HUT-nya yang ke-85 dan reuni tentara dan keluarga ex tentara Permesta, Sabtu (11/2). Worang yang mengenakan batik bercorak abstak dengan dasar warna merah ini menceritakan perjuangannya selama lebih dari 1 jam. "Saya ingin menceritakan perjuangan saya dulu suapaya banyak yang termotivasi untuk terus berjuang," ucapnya.
Opa Worang pun berharap dengan terciptanya perdamaian dapat membawa satu kedamaian di Provinsi Sulut. "Saya takkan pernah lupa amanat dari Panglima Kodam 13 Kol Sunandar Priyosudarmo dengan ucapan "Perlu kita ketahui bersama, dalam perdamaian ini tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang, cukup damai saja," pesannya.(dit)