A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kematian Fransiska Wowor Masih Misterius - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Manado

Kematian Fransiska Wowor Masih Misterius

Selasa, 31 Januari 2012 20:38 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Warsteff Abisada


TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON
- Tiga Minggu berlalu, misteri kematian Fransiska Wowor alias Yuli (27), warga Kamasi II Lingkungan VII, Selasa (10/1) lalu belum juga berhasil diungkap. Jajaran Polres Tomohon masih terus berupaya keras hingga melakukan gelar perkara bersama Polda Sulut, Selasa (31/1/2012).
 
"Kami melaporkan perkembangan kasus ini ke Polda, seperti gelar perkara, karena sekarang masih menjadi atensi pimpinan," ujar Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas, Selasa (31/1).
 
Ia mengatakan pihaknya masih sulit menetapkan tersangka kasus tersebut kendati telah memeriksa sekitar 45 saksi, sebab bukti pendukung belum terpenuhi. "Harus ada bukti yang kuat dulu baru bisa ditetapkan tersangka, sekarang masih mendung, tapi kami akan tetap melakukan segala upaya, karena kasus hukum pasti akan terjawab cepat atau lambat," tegasnya.
 
Wakapolres Tomohon Kompol Jouddy Kalalo menambahkan untuk menetapkan tersangka dan membuat kasus ini menjadi lebih terang, selain didukung keterangan saksi, juga diperlukan minimal dua alat bukti untuk menjerat pelaku. "Butuh proses memang untuk menuntaskan kasus ini, tidak semudah membalikkan telapak tangan karena minimal harus ada dua alat bukti, tapi kami akan tetap berupaya menuntaskan, masyarakat sabar saja dan serahkan semuanya kepada Polri sebagai penegak hukum," katanya.
 
Kasus ini bermula ketika Yuli ditemukan pertama kali oleh pelajar Efko Tambuwun (15), warga Paslaten 2 Lingkungan 12 sekitar pukul 20.00 Wita. Saat ditemukan, korban masih hidup, tapi sudah tak sadarkan diri dalam kondisi tertelungkup, mengalami luka lecet di tumit kanan, lecet di pinggul kanan, lecet di lengan kanan, memar pada bagian belakang kepala kanan, mengeluarkan darah dari telinga dan hidung serta muntah‑muntah di jalan raya.
 
Dari hasil otopsi juga, menurut Tawas, tulang belakang kanan kepala korban juga retak dan terjadi pendarahan otak yang menyebabkan jantung tidak berfungsi sehingga menyebabkan kematian. Sebelum ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri, korban keluar rumah sekitar pukul 12.00 Wita dengan membawa 2 handphone, satu di antaranya adalah jenis Blacberry, yang belum ditemukan hingga kini. (war)
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Anthonius_Iwan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
60234 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas