A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pemerintah belum Berani Tutup Usaha di Danau Linouw - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Manado

Pemerintah belum Berani Tutup Usaha di Danau Linouw

Rabu, 18 Januari 2012 19:05 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON
- Kendati tak mengantongi izin, Pemerintah Kota Tomohon belum berani mengambil tindakan tegas untuk menutup usaha pariwisata di seputaran Danau Linouw. Sebab, pemerintah menghitung kontribusi positif dari usaha tersebut lebih banyak, ketimbang dampak negatifnya.

“Kami akan berupaya menyelesaikan masalah usaha di Danau Linouw untuk tidak merugikan siapa-siapa, karena mereka (pengelola) ada itikad baik untuk mengurus izinnya dari hasil pertemuan yang telah dilakukan,” jelas Arnold Poli, Sekretaris Kota Tomohon, Rabu (18/1/2012).

Nova Rompas, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tomohon menambahkan lokasi usaha itu belum ditutup, karena pemerintah masih mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan, baik positif maupun negatif. “Jika usaha itu dihentikan, warga yang bekerja disana akan kemana, sebab menurut pengakuan Lurah, banyak warga Lahendong yang bekerja,” katanya.

Banyak masalah sosial ekonomi menurut Nova dikhawatirkan akan muncul. “Mestinya memang sebelum ada kegiatan, semua izin sudah diurus lebih dahulu, jika tak penuhi syarat maka tak bisa jalan. Tapi, ini sudah jalan lama, jadi sekarang pemerintah berusaha untuk membenahi ke depan agar semua pihak taat aturan. Bukan seenaknya tiba-tiba menutup usaha, harus bina dulu, kecuali teguran pemerintah itu tak diindahkan,” ungkapnya.

Apalagi kata dia, Danau Linouw menjadi tujuan wisata yang memikat banyak pengunjung, sehingga multi player efek dari kegiatan disana banyak yang positif. “Kita harus melihat, disana itu lebih banyak sisi positif atau negatifnya jika ditutup, saya pikir masyarakat lebih paham masalah itu,” tegas Nova.

Terpisah, Ferdinand Mono Turang meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil sikap soal polemik usaha di Danau Linouw. “Di satu sisi pemerintah sibuk mendatangkan investor dari luar daerah, dengan menghabiskn dana miliaran rupiah lewat promosi, pada hal potensi investor lokal juga sangat besar dan nyata di depan mata tapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Menurut dia, pemberdayaan investor lokal adalah paling bijaksana, karena lebih paham dengan budaya lokal. “Mudah-mudahan semangat ini dipakai dalam menentukan sikap, terhadap usaha wisata disekitar Danau Linouw,” tutur Turang.

Johanis Wilar, anggota Komisi C DPRD Kota Tomohon menegaskan pihaknya akan ikut mencermati persoalan tersebut, untuk memberi rekomendasi dalam pengambilan keputusan nanti. “Kami akan turun lapangan untuk pemantauan, agar nantinya dapat mengambil sikap soal masalah yang muncul disana,” tukasnya. (war)
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
59661 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas