A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

"Rektor Unsrat Harus Cabut Guru Besar Istrinya" - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Manado

"Rektor Unsrat Harus Cabut Guru Besar Istrinya"

Senin, 2 Januari 2012 22:55 WITA
net
Rektor Unsrat, Donald Rumokoy

Laporan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Persoalan Kamus Hukum Politik yang dicovernya bertuliskan nama penulis masing-masing Donald Rumokoy, Tely Sumbu, Mery Kalalo dan juga Jhony Lumolos dan diduga plagiat, menuai tanggapan dari sejumlah alumnus fakultas hukum Unsrat.

Satu diantaranya yakni Widy Syailendra yang saat ini berprofesi sebagai Advokat di Jakarta. Melalui pesan Black Berrynya, dia menyesalkan tindakan dari petinggi-petinggi Unsrat itu.

"Kalau memang terbukti, memang telah memalukan kami sebagai alumni dari Fakultas Hukum," kata mantan wakil ketua cabang GMNI Manado itu kepada Tribun Manado, Senin (2/1/2011).

Dikatakannya, dengan adanya hal ini, maka ditakutkan pribahasa yang mengatakan "Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari" akan terjadi di Unsrat. "Dosennya aja bisa melakukan itu apalagi mahasiswanya. Pasti mereka berpikir itu. Saya tak menyangka hal ini terjadi," katanya dengan nada kecewa.

Dirinya menambahkan kamus yang diduga plagiat itu harus secepatnya diselidiki sampai ke akarnya. Mahasiswa, lanjutnya, juga harus menuntut kepada Rektor dan juga Dekan karena ternyata kamus tersebut adalah plagiat. "Mahasiswa kan sudah dikorbankan. Mereka harus menuntut," ujarnya.

Sementara itu, Jemy Mokolensang yang juga merupakan alumni FH dan merupakan advokat mengatakan kamus itu merupakan persyaratan seorang dosen jika ingin menjadi seorang guru besar. "Dan itu langsung diverifikasi oleh Rektor," terang pengacara Julia Perez tersebut.

Telly Sumbu yang saat ini sudah menjadi guru besar, diangkat menjadi guru besar setelah membuat Kamus yang ternyata plagiat.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Rektor Unsrat harus sesegera mungkin mencabut status guru besar dari Istrinya. "Rektor juga diduga terlibat. Kan sudah jelas bahwa Kamus itu plagiat, kenapa disahkan untuk jadi garu besar. Ini aneh,"ketusnya. (Kev)
Penulis: Kevrent_Sumurung
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
58957 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas