Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Manado

Bunga Tinggi, Dana Nasabah Kaya Naik 24 Persen

Selasa, 27 Desember 2011 13:30 WITA


shutterstock Ilustrasi


TRIBUNMANADO.CO.ID
-Dana simpanan di perbankan yang tidak masuk dalam program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus membesar. Dana di atas Rp 2 miliar terus membesar.Berdasarkan data LPS per November 2011, dana nasabah kaya tersebut mencapai Rp 1.366 triliun. Angka itu tumbuh tumbuh 24 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1.097 triliun.

Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan, dana nasabah di atas Rp 2 miliar meningkat karena jumlah orang kaya di Indonesia bertambah. Selain itu, ada perbankan yang masih bandel, tidak mematuhi kemauan Bank Indonesia (BI), yakni memberikan iming-iming suku bunga tinggi. "Juga kemungkinan ada bank yang memberikan hadiah menarik kepada nasabah. Makanya, BI perlu mengkaji kemungkinan itu," kata Firdaus, Minggu (25/12/2011). Bank sentral selama ini menekankan agar bank efisien dengan menurunkan biaya dana. Salah satunya, menurunkan suku bunga deposito.

Kostaman Thayib, Direktur Ritel Bank Mega, menuturkan, perbankan masih membutuhkan dana-dana simpanan di atas Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka. Ia mengakui, dalam menarik dana-dana mahal itu ada beberapa bank yang masih menawarkan bunga lebih tinggi dari bunga penjaminan saat ini, yakni 6,5 persen.

Kostaman mengklaim, Bank Mega masih menawarkan suku bunga simpanan yang wajar kepada para nasabah kaya, yakni di kisaran 5,7 persen.

Bujung R Hanani, Presiden Direktur Bank Antar Daerah, mengakui, masih ada beberapa bank kelas menengah yang memberikan bunga di atas rata-rata LPS.

Pemberian suku bunga itu bahkan mencapai 8 persen. Bank memberikan suku bunga tinggi demi meningkatkan minat nasabah. Maklum, bank menengah perlu strategi bersaing dengan bank kelas kakap dalam menghimpun dana.

Noviana C Purnamasari, Vice President Emerald and Affluent Segment Bank BNI, mengatakan, nasabah kaya banyak memilih produk investasi melalui deposito karena krisis global belum usai. Terlebih lagi, di Indonesia tidak banyak alternatif produk investasi untuk nasabah bank. Tidak hanya itu, masa pencabutan layanan nasabah wealth management telah usai sehingga perbankan mulai gencar mencari dana-dana mahal.

Sementara itu, total simpanan bank umum per November 2011 mencapai Rp 2.684,75 triliun. Naik Rp 442,95 triliun atau 19 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp 2.241,79 triliun. (Nina Dwiantik/Kontan)

 
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas