Kamis, 27 November 2014
Tribun Manado

Pahlano: Pumparade Merusak Biota Laut di Bunaken

Jumat, 16 Desember 2011 09:03 WITA

Pahlano: Pumparade Merusak Biota Laut di Bunaken
IST
Kapolda Sulut melihat terumbu karang di Bunaken
Laporan Wartawan Tribun Manado, Andrew A Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
-Hewan pemakan karang yang biasa disebut Pumparade terindikasi merusak biota laut  Taman Nasional Bunaken dan sekitarnya.  Selain itu kerusakan ini makin  di perparah dengan aktifitas manusia yang menyelam serta banyaknya sampah di perairan tersebut.

DR Pahlano Daud kepada Tribun Manado menuturkan  sampah terutama sampah anorganik plastik memberi andil pada kematian biota laut dan hewan karang.   "Ini mempengaruhi nilai estetika lingkungan alami makanya tidak mengherankan banyak pegunjung merasa kurang nyaman berwisata di TN Bunaken," ujar doesen Politeknik Negeri Manado ini, Jumat (16/12).

Diutarakannya faktor-faktor tersebut sudah menjadi bahan diskusi dalam rangakian kegiatan dies natalis kampus ini beberapa waktu lalu. Pembicara yang hadir yakni Direktur Politeknik Negeri Manado Ir Jemmy Rangan MT, Kapolda Sulut Brigjen Carlo Tewu dan Walikota Manado diwakili Kadis Pariwisata DR Peter Assa.  

"Kampus kami merasa peduli dengan hal ini. Makanya kami terus mengkampanyekan bagaimana penyelamatan biota laut dan menggelar kegiatan sapu laut dan sapu sungai yang sudah berlangsung dengan sukses," ucapnya.

ia menambahkan sampah juga terkait dengan merebaknya populasi hewan pemakan karang.  " Kelebihan sampah dari bahan organik turut memicu terjadinya 'outbreak' populasi pumparade sehingga tidak mengherankan banyak karang yang mati terlihat berwarna putih."

Berdasarkan laporan peneliti Australia antara tahun 2001-2004, daya dukung lingkungan ekosistem terumbu karang di TN Bunaken telah terlampaui berada pada kisaran 4000 turis per dive spot per tahun.  Hal yang sama dijumpai Pahlano antara 2004-2010 dimana rata-rata kunjungan per dive spot di TN telah meningkat menjadi diatas 6000 turis per dive spot pertahun.

Beban ekosistem menampung kunjungan yang belebihan ini memberi dampak jelas pada kerusakan karang terutama di rataan karang oleh para snorkeles atau perenang yang umumnya wisatawan lokal.  Menurutnya terjadi penurunan kualitas dan tutupan terumbu karang selang 10 tahun terakhir ini yang turut mempengaruhi kunjungan wisatawan.

"Pengaturan jadwal kunjungan dan pengembangan dive spot di pesisir kota Manado menjadi jalan keluar dari kelebihan daya dukung di TN Bunaken.  Dari sisi promosi sebenarnya kita dapat memasang target kunjungan sampai 3 kali lipat aslkan wisatawan didistribusikan pada sekitar 70 dive spot yang ada di Taman Nasional Bunaken dan Pesisir Kota Manado," ujarnya. Acara dies natalis Politeknik ke-23 turut disponsori Tribun Manado.(dru)
 
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas