Tifot Tulaka: Tuerah Akan Dihadang Rumampuk dan Runtuwene
Tribun Manado - Rabu, 23 November 2011 21:53 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Lucky F Kawengian
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Titof Tulaka, dosen Unima yang juga adalah pengamat politik Sulut menilai komitmen dukungan 61 anggota senat Unima pada Tuerah mulai retak.
Menurutnya, keretakan pada anggota senat pendukung Tuerah sangat jelas terlihat karena sekitar lima orang yang mendandatangani surat dukungan pada Tuerah ternyata mendaftarkan diri dalam bursa bakal calon Rektor Unima. Beberapa nama tersebut adalah Prof Dr B Lombong Tampang MSi, Prof Dr Urbanus Naharia MSi, Dr Marnex Berhimpong, dan Prof Dr Heinrich Taunaumang MSc.
"Saya melihat mulai ada keretakan dalam anggota senat yang telah menyatakan diri mendukung Tuerah. Buktinya beberapa nama yang telah membubuhkan tandatangan namun ikut dalam pencalonan rektor. Hal ini bisa membuat penyebaran suara akan menjadi berbeda," ujarnya.
Saat ditanya calon-calon mana yang kemungkinan kuat dalam pemilihan Rektor Unima, dirinya menjelaskan ada tiga nama yang memiliki potensi besar. Ketiga orang tersebut adalah Tuerah, Rumampuk, dan Runtuwene. Menurutnya, Tuerah memiliki peluang karena menjabat sebagai Rektor Unima saat ini, sedangkan dua nama lainnya memiliki pengaruh di tingkat Kementerian Pendidikan Nasional dan partai politik.
"Menurut analisa saya, Turah akan mendapat hadangan daru Rumampuk dan Runtuwene. Tuerah juga semakin melemah karena ada keretakan dalam anggota senat Unima yang sebelumnya menyatakan diri mendukung dirinya," ujarnya.
Prediksi Titof sepertinya sesuai kenyataan, karena berdasarkan pantauan Tribun Manado, beberapa anggota senat Unima nampak makan di rumah makan di komplek Boulevard Tondano bersama Rumampuk yang baru mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unima.
Terpisah, Rektor Unima, Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA mengatakan, dirinya memiliki kerinduan agar pelaksanaan pemilihan Rektor Unima bisa berjalan terbuka dan demokratis. Dirinya berharap semua calon bisa bersaing secara sehat.
Dirinya mengatakan, mekanisme pemilihan rektor saat ini semakin baik. Menurutnya, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2010 menjadi acuan dalam pemilihan rektor. Menurutnya, aturan tersebut telah dibuat agar pelaksanaan pemilihan berjalan secara demokratis.
"Pelaksanaan pemilihan rektor telah diatur secara baik oleh aturan yang berlaku. Tidak mungkin ada intervensi dari pihak manapun, termasuk dari partai politik. Rektor yang terpilih nanti murni keinginan anggota senat Unima dan Menteri Pendidikan Nasional," ujarnya. (luc)
Penulis : Lucky_Kawengian
Editor : Anthonius_Iwan