Tribun Manado - Minggu, 20 November 2011 20:04 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON-Terungkapnya data anak putus sekolah sebanyak 50 orang saat reses
DPRD Kota Tomohon perlu diteliti lagi validitasnya. Sebab, berbicara soal angka
kata Ferdinand Mono Turang, personil Komisi C DPRD Kota Tomohon sifatnya relative
dan bisa terukur.
“Prinsipnya issue yang muncul ke permukaan ini harus membuat
semua stake holder bidang pendidikan lebih aware atau waspada dengan anak putus
sekolah supaya tidak bertambah banyak,” katanya kepada Tribun manado, Minggu
(20/11).
Ia
mengatakan paling tidak dari validasi data, angka anak putus sekolah bisa
ditekan jumlahnya, tak hanya di Pangolombian, tapi berlaku diseluruh wilayah
Kota Tomohon. “Apresiasi juga diberikan ke Dispora karena tanggap dan responsive
untuk menyikapi persoalan tersebut,” ujar Politisi Partai Gerindra itu.
Ia
berharap pendataan dan pemantauan anak putus sekolah bisa dilakukan sevara
kontinyu, sehingga predikat Tomohon yang dikenal dengan Kota Pendidikan tak
hanya sebatas slogan, tapi lebih nyata dan maju baik dari sisi kwalitas maupun
kuantitas peserta didik. “Pegang teguh ‘No Child Left Behind’ dalam dunia
pendidikan di Kota Tomohon,” tukasnya. (War)