Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Satwa Langka

Bulus Raksasa Sudah Dilepas ke Ciliwung

Heboh temuan kura-kura raksasa yang ternyata adalah jenis bulus Chitra chitra javanensis menimbulkan pertanyaan apakah harus dilepas kembali

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Heboh temuan kura-kura raksasa yang ternyata adalah jenis bulus Chitra chitra javanensis menimbulkan pertanyaan apakah harus dilepas kembali, dibawa ke penangkaran, atau ke kebun binatang?

Haji Zaenudin Bombay yang membeli bulus tersebut dari para pencari bulus di Ciliwung pada Jumat (11/11/2011), akhirnya memutuskan melepas binatang tersebut ke Kali Ciliwung, pada Kamis (17/11/2011) dini hari.

Seperti yang dituturkan Haji Bombay saat dihubungi Kompas, ia mengakui telah melepas hewan air seberat 140 kilogram itu Kamis, dini hari pukul 02.00 WIB. Ia memutuskan melepas bulus raksasa tersebut karena sejak sore meyakini bahwa kondisi hewan tersebut telah sekarat.

"Saya lihat lehernya nggak masuk lagi ke dalam. Trus sudah nggak bergerak-gerak. Pasti sudah kelaparan itu," kata Haji Bombay.

Ia mengaku sejak sore sudah ingin melepas. Walau siangnya ia mengamini telah didatangi staf BKSDA yang membicarakan untuk membawa bulus raksasa tersebut ke penangkaran, sebagaimana diberitakan sebelumnya. Haji Bombay mengaku pelepasan tersebut disaksikan sejumlah warga.

Ia mengangkat bulus sebesar 140 x 90 cm tersebut dengan bantuan 7 orang. Hewan air tawar yang sejak tahun 1996 telah masuk dalam daftar merah Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai hewan terancam punah tersebut kemudian dibawa dengan gerobak ke lokasi tempat ia ditemukan.

Bulus raksasa itu kemudian dilepasnya di Sungai Ciliwung, tepatnya di RT 09 RT 01 di sebelah lapangan latihan tembak Kopassus. Di tempat itulah sebelumnya bulus raksasa tersebut ditangkap para pencari bulus ketika sedang memunculkan kepalanya ke permukaan air.

Saat hendak ditangkap, terlihat ada dua kepala bulus raksasa yang muncul ke permukaan. Bulus lainnya yang tidak tertangkap itu diduga pasangannya. Bila memang telah dikembalikan ke sungai Ciliwung, saat ini bulus raksasa tersebut boleh jadi telah selamat karena kembali ke habitatnya.

Namun tidak tertutup kemungkinan dengan adanya aktivitas pencarian bulus di Sungai Ciliwung untuk kebutuhan konsumsi manusia maka keberlangsungan hewan langka ini selalu dalam posisi terancam. Tak hanya bulus raksasa ini mungkin saja tertangkap kembali, atau mungkin saja bila bulus raksasa ini memiliki pasangan dan bereproduksi maka anak bulus jenis Chitra chitra javanensis ini tertangkap karena dikira sama dengan bulus biasa.

Di Asia, bulus adalah salah satu hewan yang diburu sebagai makanan eksotis dan dimasak sebagai sup atau tim. Tulang dan cangkangnya juga diburu sebagai obat tradisional. Kenyataan sungai Ciliwung menjadi tempat ditemukannya Chitra chitra javanensis ini, sungguh luarbiasa dan bisa saja dikembangkan sebagai asset studi dan wisata.

Mengingat bahwa temuan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya. Pakar herpetologi LIPI, Mumpuni, menyatakan bahwa Ciliwung adalah memang salah satu habitat bulus raksasa ini.

Bulus raksasa pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Radio Dalam dan Tanjung Priok pada tahun 1980. Menyoroti Ciliwung, tak lagi hanya bisa membicarakan banjir saja. Sungai Ciliwung ternyata punya peran penting dalam menunjang kehidupan salah satu hewan langka di dunia. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved