A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Warga Pulau Bangka Bentrok Dipicu Isu Jual Beli Lahan Pasir Besi - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Tribun Manado

Warga Pulau Bangka Bentrok Dipicu Isu Jual Beli Lahan Pasir Besi

Jumat, 11 November 2011 17:37 WITA
Warga Pulau Bangka Bentrok Dipicu Isu Jual Beli Lahan Pasir Besi
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Suasana tenang dan indah yang menghias pesisir pantai desa Kahuku Pulau Bangka Likupang Timur Jumat pagi (11/11/2011) sontak berubah mencekam saat sejumlah warga Desa Kahuku berteriak dan mengancam warga Desa Lihunu yang termasuk masih satu pulau dengan Desa Kahuku.
Laporan Wartawan Tribun Manado Fransiska Noel


TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI
- Suasana tenang dan indah yang menghias pesisir pantai desa Kahuku Pulau Bangka Likupang Timur Jumat pagi (11/11/2011) sontak berubah mencekam saat sejumlah warga Desa Kahuku berteriak dan mengancam  warga Desa Lihunu yang termasuk masih satu pulau dengan Desa Kahuku.

Peristiwa ini dipicu ketika beberapa warga yang berasal dari Desa Lihunu merapat dengan kapal motor di pesisir Desa Kahuku pagi yang sama.

Ternyata, beberapa waktu terkahir ini telah tercipta ketegangan antara warga kedua desa. Pemicunya adalah perbedaan pendapat antara kedua belah pihak menanggapi isu yang berkembang tentang rencana perusahaan tambang PT Mikro Metal Perdana membeli sebagian besar lahan warga untuk kepentingan rencana penambangan pasir besi di Pulau Bangka.

Pantauan Tribun Manado, beberapa pria dari Desa Kahuku bahkan sampai memukul beberapa pria lain yang berasal dari Desa Lihunu.

"Pulang sana, jangan injakan kaki di pulau ini, kalau tidak kepala kalian taruhannya," teriak salah seorang warga Kahuku mengusir warga Desa Lihunu dan kapal motor yang mereka tumpangi.

Suasana  menegangkan berlangsung hampir setengah jam karena percecokan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Penyebab kericuhan adalah karena sebagian besar warga Desa Kahuku menyatakan niat menjual lahan mereka dengan harga 1,5 juta rupiah per meter ke perusahan tambang PT Mikro Metal Perdana. Sedangkan di lain pihak hampir sebagian besar warga desa Lihunu menyatakan penolakan akan rencana pembelian lahan mereka untuk dijadikan lokasi tambang pasir besi.

Untunglah situasi ini tidak berlangsung lama, karena warga desa Lihunu segera menarik diri ke pantai dan bertolak kembali pulang dengan menggunakan kapal motor.

Wiliam Hadinaung, warga Desa Lihunu ketika diwawancarai Tribun Manado menegaskan sejak beberapa bulan terakhir ini memang berkembang isu yang bertujuan memecah belah warga ketiga desa yang ada di Pulau Bangka yaitu Desa Lihunu, Kahuku, dan Libas.

Menurutnya sempat terdengar isu dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan bahwa pihak perusahaan akan membeli lahan milik warga dengan harga 1,5 juta rupiah per meter. "Kenyataannya tidak begitu, karena sesuai pertemuan antara perwakilan perusahaan dengan aparat desa bukan seperti itu pembicaraannya," ujarnya.

Menurut Wiliam, hasil pembicaraan yang ditawarkan ke masyarakat mengenai harga beli lahan milik warga yaitu, harha lahan warga yang tidak memiliki pohon dibayar Rp 1500 per meter, untuk lahan yang terdapat pohon kelapa yang tidak terlalu banyak dihargai Rp 2500 per meter, dan lahan dengan pohon kelapa yang lebat akan dibayarkan Rp 4500 per meter. "Kekacauan terjadi karena beberapa orang sebarkan isu yang memecah belah seluruh warga mengenai harga jual lahan," ujarnya.

Menurut Wiliam sampai saat ini belum ada keputusan final dari warga Pulau Bangka mengenai tawaran menjual lahan mereka untuk dijadikan lokasi tambang pasir besi. "Yang jelas sebagian besar warga di ketiga desa menyatakan tidak setuju pulau ini ditambang," ujarnya.

Wiliam mengaku sangat sedih dengan upaya mengacaukan hubungan antar ketiga desa di Pulau Bangka demi kepentingan pihak-pihak tertentu. "Bagi saya sampai saat ini tetap menentang rencana penambangan pasir besi di pulau ini, sampai kapanpun tetap menolak. Pulau ini bukan untuk ditambang," tegas Wiliam.

Akibat kejadian ini, berimbas pada situasi Pulau Bangka yang menjadi tidak kondusif khususnya hubungan atara kedua warga desa di pulau ini. (ika)

Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
55461 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas