Minggu, 23 November 2014
Tribun Manado

KEK Bitung Akan Diperluas 2.000 Hektare

Kamis, 10 November 2011 21:09 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Tanjung Merah, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, akan diperluas menjadi 2.000 hektare.

"Rencana awalnya hanya 512 hektare. Tapi kemudian karena diprediksi akan menjadi kawasan cepat tumbuh butuh cukup luas yang signifikan. Karena itu sebagaimana arahan Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang, KEK harus diperluas hingga 2.000 hektare," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Sanny Parengkuan saat memimpin rapat teknis dengan sejumlah pejabat terkait dari Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, di ruang "World Ocean Conference" Kantor Gubernur Sulut di Manado, Kamis.
     
Parengkuan menambahkan, bila luasan awal berkembang menjadi 2000 hektare akan mengubah masterplan awal yang sudah disusun. Karena itu, pemprov akan meminta masukan dari dua daerah yang terkait erat dengan rencana pembangunan KEK ini.
     
"Sesuai rencana 2.000 hektare yang akan disiapkan ini berlokasi di wilayah pemerintahan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara," katanya.
     
Sementara itu, staf sekretariat pembangunan KEK, Alwy, dalam Rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara yang akan ditetapkan, RTRW Kabupaten Minahasa Minut dan Kota Bitung sudah mendukung lokasi KEK.
     
"Sangat diharapkan perluasan areal KEK dari 512 hektare menjadi 2.000 hektare tidak akan bersentuhan dengan kawasan hutan lindung karena akan bergesekan langsung dengan aturan," katanya.
     
Selain itu, master plan KEK akan mengalami perubahan. Hanya saja, master plan mengenai luasan 512 hektare masih digunakan dan tinggal ditambah dengan luasan 1.488 hektare.
     
"Begitupun dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Dokumen AMDAL 512 hektare masih berlaku. Dan untuk penambahan luasan masih akan berkoordinasi dengan komisi AMDAL Provinsi Sulut apakah akan ada AMDAL baru atau tidak," katanya.
     
Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Noldy Tuerah, mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung sangat diperlukan. Dua daerah ini akan melengkapi dokumen administrasi tertulis dan proses sosialisasi.
     
"Dukungan sepenuhnya dari Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara sangat diperlukan. Apalagi untuk penambahan luasannya bersentuhan dengan wilayah pemerintahan masing‑masing," katanya. (antara)
Editor: Anthonius_Iwan
Sumber: Antara

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas