Yunani
PM Yunani Pilih Mundur
Euro mengalami penguatan setelah Perdana Menteri Yunani, George Papandreou setuju untuk mundur.
Menurut pernyataan melalui email dari kantor Presiden Karolos Papoulias di Athena, Yunani, Papandreou telah bertemu dengan pemimpin partai oposisi Antonis Samaras. Hasil pertemuan tersebut menyetujui untuk segera membentuk pemerintahan baru secepatnya setelah pengimplementasian keputusan Dewan Konsil 26 oktober lalu. Papandreou juga menyatakan bahwa dia tidak akan memimpin pemerintahan yang baru tersebut.
Berita tersebut berhasil memberikan sentimen positif kepada euro, mata uang yang diadopsi oleh 17 negara anggota Uni Eropa untuk mengakhiri penurunan selama dua hari ini terhadap poundsterling Inggris. Dollar Australia dan New Zealand pun turut menguat seiring dengan spekulasi bahwa kesepakatan Yunani akan meningkatkan permintaan aset yang berimbal hasil tinggi.
Sementara Franc Swiss melemah terhadap euro setelah Bank Nasional Swiss memberi sinyal bahwa bank tersebut siap bereaksi jika penguatan mata uang akan mengancam perekonomian. "Untuk sekarang, itu (upaya PM Yunani George Papandreou) akan menghilangkan risiko gagal bayar Yunani," ucap Mike Burrowes, selaku currency strategist Bank of New Zealand Ltd, di Wellington, Senin (7/11/2011) waktu setempat.
Mike menyebutkan, berita-berita tersebut akan mengamankan mata uang seperi euro, Aussie, dan New Zealand. Detailnya, euro menguat 0,2 persen ke posisi 1,3823 dollar AS pada pukul 7:52 AM di Tokyo. Euro sempat turun 0,2 persen pada 4 November di New York. Euro pun menguat 0,1 persen ke 108 yen. Dollar AS sendiri turun 0,1 persen ke posisi 78,15 yen. Sementara itu, dollar Australia menguat 0,3 persen ke posisi nilai tukar 1,0409 dollar AS. Dollar New Zealand juga menguat 0,4 persen ke 79,68 dollar AS.