A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sebanyak 164 Anak Terima Komuni Pertama di Gereja Katedral Manado - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Manado

Sebanyak 164 Anak Terima Komuni Pertama di Gereja Katedral Manado

Minggu, 23 Oktober 2011 13:08 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Gereja Katolik Hati Tersuci Maria Katedral Manado melaksanakan Misa Ekaristi Penerimaan Komuni Pertama bagi 164 anak, yang dipimpin oleh Pastur Paroki Wens Mawitjere, Minggu (23/10) mulai pukul 9.30-12.00 Wita.

Gilbert Tom (10) siswa kelas IV SD Santa Theresia Suster II Manado tampak ceria, beberapa kali ia mendapat ucapan selamat dari keluarga, bahkan sempat foto-foto bersama baik kedua orangtua maupun saudara dan kerabat dekat.
Saat ditemui Tribun Manado ia mengaku senang berhasil menerima komuni pertama setelah sekitar satu bulan mengikuti pelajaran dan harus mencatat setiap kotbah maupun bacaan Alkitab yang disampaikan saat Misa Ekaristi setiap Minggu.

Gilbert tak mengucapkan banyak kata, ia hanya mengucapkan kata senang, lalu tersenyum kemudian berlari dengan wajah ceria. Keceriaan juga muncul dari ratusan anak lainnya yang dinyatakan layak untuk untuk penerimaan komuni (roti dan anggur yang telah dikonsekrasi) pertama kalinya bagi seseorang yang telah dibaptis secara Katolik.

Sesuai peraturan Gereja Katolik, Komuni Pertama untuk anak-anak hanya boleh diterima oleh anak-anak yang telah mengerti apa artinya menyambut (menerima) komuni kudus. Batasan usia anak-anak yang dianggap telah cukup mengerti adalah sekitar 9-10 tahun.

Sebanyak 164 tahun yang menerima Komuni Pertama tersebut sebagian besar berusia antara 9-10 tahun. "Kalau beberapa tahun lalu bahkan ada yang mencapai 200 orang, bukan hanya anak-anak, ada yang usia dewasa atau usia menikah," kata Toni Bahmit (50) seorang koster yang telah 30 tahun melayani di gereja tersebut.

Menurutnya 164 orang yang menerima komuni pertama ini merupakan anak-anak usia SD dengan lokasi SD yang berada di Paroki Gereja Katedral Manado. "Ada yang dari Tuminting, ada pula Paroki Santo Yosef bahkan ada yang dari Bitung. Sudah menjadi ketentuan SD di paroki ini penerimaan Komuni Pertama juga di sini," jelasnya. Beberapa SD yang berada di wilayah Paroki Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado antara lain SD Santa Theresia  Suster I, SD Santa Theresia Suster II, SD Santa Theresia Suster X, SD Katolik Tukambene dan SD Katolik Bumi Beringin.

Jimmy Kewas (30) seorang umat yang mengantar keponakannya Robby Kewas (10) untuk menerima Komuni Pertama mengaku senang dengan Panitia Penerimaan Komuni Pertama.
"Semua atribut sudah disediakan panitia, bahkan orangtua tak ditarik banyak biaya, bagus panitianya," kata Jimmy.

Sementara itu Ketua Dewan Paroki, Heri Tambayong mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara. Ia berharap penerimaan Komuni Pertama ini bagi 164 anak menjadi penerus bangsa yang memiliki iman kuat serta melayani seperti Tuhan Yesus Kristus dengan penuh cinta kasih.

Pastur Wens Mawitjere dalam kotbahnya mengingatkan anak-anak bahwa Komuni Pertama merupakan gerbang untuk penguatan iman Katolik. "Jangan lupa rajin ke gereja dan rajin berdoa, siap?" tanya Pastur Wens. Serentak anak-anak tersebut menjawab siap. Sebanyak 164 anak tersebut sebelum menerimakan komuni pertama juga mengucap janji baptis kemudian melewati beberapa prosesi. Prosesi utama saat menerima Komuni Pertama, satu persatu didampingi kedua orangtuanya mendapat hosti yang dicelup dalam anggur dan diberikan langsung oleh pastur. Beberapa prosesi tambahan ini membuat misa yang biasanya hanya 1,5 jam berlangsung lebih lama, namun berjalan lancar. (rob)
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
40852 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas