Tenaga Kerja
Staf Sekretariat Wapres Programkan Perluasan Lapangan Kerja Sulut
Staf dari Asisten Deputi Kesejahteraan Rakyat Berbasis Usaha Sekretariat Wakil Presiden, saat mengunjungi Sulut, Jumat (14/10).
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tenaga kerja erat kaitannya dengan percepatan penanggulangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang dibahas saat staf dari Asisten Deputi Kesejahteraan Rakyat Berbasis Usaha Sekretariat Wakil Presiden, saat mengunjungi Sulut, Jumat (14/10).
"Untuk Disnakertrans ada dua program yakni program penempatan tenaga kerja dan program perluasan tenaga kerja," kata perwakilan dari Disnakertrans.
Dikatakannya, untuk perluasan tenaga kerja, Disnakertrans mengadakan pelatihan kegiatan terapan teknologi tepat guna. Selain itu, kata dia ada juga pembentukkan wirausaha baru. "Intinya untuk tercipta wirausaha yang baru dan mandiri," tuturnya.
Ia pun menambahkan untuk permasalahan TKI Sulut adalah lowongan ke luar negeri masih dikuasai oleh sektor non formal. "Penguasaan bahasa menjadi kendala mengapa sektor formal sangat kurang," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dulunya BLK) di Bitung Hardy Rompas SSos mengatakan, instansi yang dipimpinnya melakukan pelatihan pendidikan dan ketrampilan untuk para pekerja. Tapi kendala yang mereka hadapi adalah dana dari APBN hanya untuk 10 paket. 1 paket terdiri dari 16 orang yang dilatih. Sedangkan dana dari APBD untuk 15 paket. "Jadi setiap tahunnya kita sudah melatih sekitar 400 orang. Dan pelatihan ini sudah berbasis kompetensi," jelas Rompas.
Sementara itu, dari bidang Kredit Usaha Rakyat (KUR), kata Eko Siswantoro Peneliti Ekonomi Madya pada BI Manado mengatakan,perlu adanya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat di Sulut mengenai KUR. Hal ini dikarenakan masyarakat yang masih berpikir bahwa ini adalah pinjaman yang tidak harus dikembalikan. "Di Sulut ada tujuh bank yang menyalurkan KUR. Total KUR sampai Agustus plafonnya sampai Rp 610,2 miliar," terang Eko.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan pada Asisten Deputi Kesejahteraan Berbasis Usaha A Latif SH yang ditemui usai rapat mengatakan, kunjungan kali ini merupakan kunjungan rutin yang dilakukan instansinya. Menurutnya, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Sulawesi Utara bagus. "Pertumbuhan ekonomi di Sulut semakim baik. Dengan demikian akan mengurangi angka kemiskinan di daerah ini," tandasnya.(aro)