Kamis, 5 Maret 2015

Home Schooling Suatu Alternatif Mendidik Anak

Rabu, 5 Oktober 2011 22:00 WITA

Keluhan terhadap sistem pendidikan di negeri ini memang cukup tinggi. Jam mata pelajaran yang melimpah adalah salah satu alasan murid menjadi luar biasa jenuh. Jika UNESCO mensyaratkan 800-900 jam pelajaran pertahun untuk SD, Indonesia justru memberlakukan 1400-an jam pertahun.

Pola pendidikan homeschooling yang belakangan menjadi trend, seolah menjadi oase bagi kaum yang bersifat antitesis terhadap metode pendidikan konvensional. Beberapa kalangan masyarakat lebih suka menerapkan pendidikan pola ini dibandingkan sekolah formal pada umumnya.

Homeschooling biasa diartikan sebagai kegiatan belajar yang dilakukan di lingkungan rumah, sebagai pengganti atau pelengkap kegiatan belajar disekolah formal pada umumnya.

Ini bukanlah barang baru, karena beberapa tokoh dunia seperti presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln dan Theodore Roosevelt serta Alexander Graham Bell (penemu telepon) atau pahlawan nasional KH Agus Salim, termasuk salah satu diantara alumnus homeschooling ini.

Bentuknya bisa belajar mandiri dengan orang tua, guru privat, kelompok belajar atau bahkan dalam sebuah bentuk sekolah rumah tinggal. Tujuannya adalah memberikan pelajaran pada siswa dalam lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan juga lebih mandiri.

Saat ini homeschooling bukan lagi menjadi pilihan beberapa individu semata. Belum lama ini, asosiasi homeschooling dan pendidikan alternative (asah pena) yang diprakarsai oleh Seto Mulyadi resmi disahkan keberadaannya. Artinya, program pendidikan semacam ini memang menjadi salah satu alternatif masyarakat yang haus akan pendidikan, namun enggan mengenyam bangku sekolah formal.

Menurut Ketua Umum Asah Pena yang juga palar pendidikan anak, Seto Mulyadi, homeschooling adalah pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu tanpa harus terikat lembaga pendidikan. Artinya, anak atau seseorang bisa belajar dirumah dengan standar pendidikan yang sama dengan yang mereka dapatkan disekolah formal pada umumnya.

Halaman1234
Editor: Andrew_Pattymahu
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas