A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Jongfajar: Studi Banding DPRD Bitung Tak Berhati Nurani! - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Manado

Jongfajar: Studi Banding DPRD Bitung Tak Berhati Nurani!

Senin, 3 Oktober 2011 13:23 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
- Studi Banding Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bitung ke Batam yang menghabiskan Rp 500 juta mendapat tanggapan kritis Jongfajar, sebab perjalanan tersebut mencerminkan ketidakpekaan terhadap kondisi ril masyarakat Bitung.

Alamsyah Djohan, aktivis Jongfajar menuturkan, biaya porsi perjalanan studi banding yang dianggarkan tidak masuk di akal waras. Perjalanan ke Batam dan Jakarta menghabiskan ratusan juta seakan tidak ada hati nurani.

"Studi banding, apa wisata. Lagi pula studi banding apa, sampai habiskan ratusan juta. Apa itu bisa menjamin berikan efek baik ke rakyat secara meluas," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu, (2/10/2011). 

DPRD Bitung studi banding ke Jakarta lalu ke Batam mempelajari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman untuk Kota Bitung.

Rombongan pansus yang terbang ada 14 anggota dewan dengan menghabiskan uang Rp 500 juta. Berangkat mulai Senin,19/9/2011 sampai Sabtu, 24/9/2011.

Menurut, Djohan, secara perhitungan uang Rp 500 juta selama lima hari, berarti jatah perjalanan studi banding untuk per orang menghabiskan sekitar Rp 35 juta.

"Terlalu boros, tidak sesuai dengan kondisi rakyat sekarang," ujarnya.

Bila rata-rata per orang Rp 35 juta selama lima hari, maka per harinya menghabiskan rata-rata Rp 7 juta.

"Rasanya tidak mungkin dalam satu hari habiskan Rp 7 juta. Mana mungkin hanya penginapan, makan minum, transpor habiskan Rp 7 juta sehari," katanya.

Andaikata uang Rp 35 juta itu disalurkan untuk program pengadaan rumah rakyat, tegas Djohan maka hal ini jauh lebih berguna.

"Masih ada pengungsi gusuran Candi yang terkatung-katung peroleh rumah," ungkapnya.

Padahal, tambahnya, dana sebesar Rp 35 juta tersebut dapat dipakai untuk bangun rumah bagi korban penggusuran Candi.

Seandainya dengan asumsi 1 unit Rumah Sangat-sangat Sederhana Sekali seharga Rp 6,5 juta, maka setidaknya akan ada 77 kepala keluarga.

"Kalau begitu kami akan menunggu apa hasil kajian RPJMD, apa bisa berguna," katanya.

Ditempat terpisah, Ketua Pansus Studi Banding, Arifin Dunggio, menuturkan, kota Batam hampir mirip dengan kondisi  geografis dan pola perkotaannya. "Kota industri dan kota pelabuhan. Rasanya cocok bila diterapkan di Bitung," ujarnya. 
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
26192 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas