Pelayanan Publik
Laboratorium BLH di Tomohon Belum Beroperasi
Laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) belum juga bisa dioperasikan kendati telah memiliki
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON-- Laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) belum juga bisa dioperasikan kendati telah memiliki sarana prasarana yang memadai. Ini terjadi karena belum tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan peralatan di laboratoriu tersebut.
"SDM belum tersedia, jadi laboratorium tak dapat dioperasikan," kata Nova Rompas, Kepala BLH Kota Tomohon, akhir pekan lalu.
Ia mengatakan SDM yang dibutuhkan untuk mengoperasikan laboratorium terutama dari bidang Kimia, Fisika dan Biologi. "Sebelumnya sudah pernah diajukan untuk direkrut dala penerimaan CPNS, tapi belum direspons. Padahal jika beroperasi, bisa dilakukan uji khususnya kualitas air baik isi ulang maupun PDAM," katanya.
Akibat tak tersedianya SDM dan belum beroperasinya laboratorium, pemerintah dalam melaksanakan uji jika terdapat persoalan seperti yang sering terjadi di wilayah Tomohon Selatan, menurutnya harus meminta bantuan pihak luar dengan mengeluarkan biaya tertentu. "Untuk menguji kualitas air di Danau Linow dan tanah harus melibatkan tim Amdal dari Unsrat, untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari aktifitas Gehotermal Pertamina atau tidak," tukas Nova.
Pada tahun 2011 ini, BLH melakukan tender proyek untuk pengadaan alat-alat laboratorium yang belum tersedia. Total dana untuk pengadaan ini mencapai Rp 361,1 Juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Josis Ngantung, Ketua LSM Forum Masyarakat Kota Tomohon mengatakan pemerintah mesti mengambil langkah cepat untuk mengatasi tak tersedianya sumber daya manusia di laboratorium tersebut. Satu diantaranya dengan mengirim staf atau pegawai untuk mengikuti pelatihan, agar mereka bisa memiliki ketrampilan, memahami tugas dan kerja dilaboratorium, sehingga bisa segera dioperasikan.
"Di Tomohon sudah cukup banyak sarana pra sarana yang dibuat tapi hingga kini peruntukkannya tak jelas. Jangan lagi diperparah dengan tak dioperasikannya laboratorium ini, akan mubazir dan membuang-buang uang rakyat saja, apalagi alat-alat nyaris lengkap karena akan ada pengadaan lagi," katanya.
Ia mengatakan di Tomohon cukup banyak pegawai yang latar belakang pendidikannya pernah melaksanakan tugas di laboratorium terutama saat melaksanakan penelitian, jadi tak perlu lagi menunggu rekrutmen CPNS baru. "Pelatihan saja sudah cukup untuk mengisi kekosongan SDM yang ada sementara waktu," tukas Josis.