A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Renungan Minggu : Perjuangan Hidup Orang Beriman Tidak Selalu Aman - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Manado

Renungan Minggu : Perjuangan Hidup Orang Beriman Tidak Selalu Aman

Minggu, 11 September 2011 08:30 WITA
Yehezkiel 14 : 12 – 23


Pdt. Aneke A. Salam, STh, M. Teol
Sekretaris Komisi Kerja Penggembalaan
Jemaat Musafir Kleak




Salam Sejahtera Dalam Tuhan Yesus Kristus, Benarkah bahwa “perjuangan hidup orang beriman tidak selalu aman”, apakah jawab anda ketika terlontar pernyataan ini? anda menyetujuinya ataukah menolak?

Kehidupan orang beriman bukankah akan selalu aman, karena ia senantiasa melakukan apa yang TUHAN kehendaki dan menjalankan kebenaran yang diketahui berdasarkan kehendak TUHAN yakni sebagaimana tertulis dalam Alkitab.

Anda perlu mengetahui, bahwa perjuangan yang dihadapi dalam kehidupan bagi orang beriman merupakan suatu keistimewaan tersendiri. Keistimewaan tersebut terkandung dalam setiap perjuangan (atau pergumulan) yang dialami orang beriman dan menjadi indikator yang menunjukkan “keteguhan iman” tehadap TUHAN.

Oleh sebab itu perjuangan hidup orang beriman tidak selalu aman. Yehezkiel 14:12–23, menyebutkan dalam rangkaian kesaksiannya bahwa tokoh Alkitab yakni Nuh, Daniel dan Ayub sebagai salah satu ukuran yang disebutkan menjadi contoh orang beriman yang “berjuang dalam imannya” kepada TUHAN dan berkenan dihadapanNya.

Sangat jelas kita dapat baca pada bagian masing–masing kesaksian hidup mereka (Nuh dalam kitab Kejadian; Daniel dalam kitab Daniel; Ayub dalam kitab Ayub) sebagaimana tercatat dalam Alkitab. Jika Nuh, Daniel, Ayub dapat bertahan dalam konteks pergumulan masing–masing dengan tetap bertahan dalam keyakinan hidup beriman untuk menjunjung tinggi kebenaran selaku orang yang beriman yakni mengikuti kata TUHAN, bukan kata dunia (sifatnya duniawi), mengapa orang lain yang mengungkapkan ia beriman tidak dapat “berjuang dalam iman” (= mempertahankan iman) walau ada badai yang menghadang; ketika dihadapannya ada godaan ataupun tantangan hidup yang menyesakkan. Satu tanggung jawab orang beriman adalah menjunjung tinggi kesetiaan dan kebenaran.

Hilangnya kesetiaan yang bergandengan tangan dengan kebenaran, akan berujung pada keberdosaan dihadapan TUHAN. Keberdosaan dihadapan TUHAN tentu berujung pada penghukuman sebagaimana yang disaksikan dalam bagian bacaan kita yaitu tedapat ungkapan bangsa yang berobah setia (lih. Ay. 13 : “… negeri berdosa kepadaKu dengan berobah setia …”), hal tersebut mencerminkan bahwa umat tidak lagi menjalankan kebenaran TUHAN melainkan kehendak dunia ini yang diikuti. Kondisi tersebut pada akhirnya hanya akan mendapatkan hukuman yang berat dan berujung pada kematian, yakni melalui : kelaparan, serangan binatang buas, pedang (terkait dengan “peperangan”) dan penyakit sampar.

Manusia yang mendapat anugerah dari TUHAN melalui karya Keselamatan Pribadi Yesus Kristus ; mestilah secara berkelanjutan merespon kasih TUHAN dengan menjadi manusia yang mengimani dan beriman kepada setiap karya TUHAN dan seharusnya tetap bertahan dalam keimanannya walau sekalipun
disekitarnya mengalami dekadensi (kemerosotan) iman yang berimbas dalam kehidupan moral. Hal tersebut terkait erat dengan tanggung jawab iman dari tiap orang percaya, sehingga dalam rangkaian kesaksian Yehezkiel 14 : 12 – 23, disatu sisi menyebutkan bahwa ada yang mendapat penghukuman yakni kemusnahan diri melalui kematian dan disisi lain yakni keselamatan dalam wujud kehidupan sebagai bagian dari orang – orang yang terluput dari malapetaka, namun diberi tanggung jawab yakni selaku orang yang bertahan dalam perjuangan iman (:oleh karena tidak menjadi serupa dengan dunia ini).

Tanggung jawab yang diemban pejuang – pejuang iman yang mampu bertahan adalah dengan menjadi pelipur lara : sumber sukacita bagi mereka yang merasakan dampak malapetaka yang dialami sebagai wujud penyataan kuasa TUHAN, (dimana TUHAN ALLAH senantiasa mengerjakan segala sesuatu dengan memiliki alasan (Yeh. 14 : 23).

Suatu kebanggaan bagi orang beriman adalah bertahan dalam keberimanannya dan dapat menjadi alat perpanjangan kasih TUHAN bagi orang lain yang mengalami ketertekanan dalam proses perjuangan imannya ; sebab orang beriman hadir untuk memberikan “topangan” dalam bentuk motivasi dan penguatan iman bagi mereka yang “tertekan dan berbeban berat” (:secara fisik maupun psikis) agar dapat belajar dari hidup dalam perjuangan selaku orang beriman. AMIN (*/obi)
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
19743 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas