Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

Distanak Bolmong Turunkan Tim Antisipasi Flu Burung

Virus H5NI yang lebig dikenal flu burung tidak hanya menjangkit Kotamobagu tapi juga sudah masuk

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Virus H5NI yang lebig dikenal flu burung tidak hanya menjangkit Kotamobagu tapi juga sudah masuk ke daerah Bolaang Mongondow (Bolmong). Jumat (9/9/2011), tim survellens flu burung Bolmong Raya memusnahkan tak kurang 30 ekor unggas di Desa Ttanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bolaang Mongondow Channy Wajong menjelaskan setelah kasus flu burung merebak di Kotamobagu, pihaknya melakukan monitoring di 12 kecamatan terutama daerah sentra peternakan ayam  di Laloyan dan Dumoga Bersatu.

"Waktu dapat informasi bahwa di Kotamobagu kembali ditemukan virus H5N1, saya langsung turunkan tim untuk menyisir 12 Kecamatan di Bolmong, dan ditemukan di Kecamatan Lolayan," jelas Channy, Minggu (11/9/2011).

Dikatakan, ada sekitar 20-an ayam yang tiba-tiba mati mendadak di Desa Tanoyan Selatan. Setelah mendapat informasi, pihaknya bersama tim survelens flu burung melakukan pemusnahan 30 unggas yang berada di lokasi kejadian.

"Kami juga mengadakan penyemprotan disinfektan. Hal yang sama juga kami laksanakan di daerah lainya untuk langkah antisipasi," tambah dia.

Sementara itu, Ketua Tim Survellen Flu Burung Bolmong Raya drh Muhammad Insani mengatakan pihaknya sudah mengirimkan sampel virus yang ditemukan di Kotamobagu untuk diperiksa di  Balai Veteriner di Maros dan Jakarta untuk dilakukan tes laboratorium. Apalagi ada dugaan virus tersebut lebih ganas.

"Unggasnya sampai membengkak di bagian kepala, membiru dan mengeluarkan darah. Virusnya tetap H5N1, disini tidak ada peralatan jadi samplenya di kirim ke Maros dan Jakarta," kata Muhammad.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel virus yang dikirimkan tersebut. Dia mengaku belum bisa menyimpulkan keganasan virus tersebut.

"Saat ini kita sedang menunggu hasilnya, bisa jadi virusnya lebih ganas, tapi untuk kepastiannya kita masih tetap menunggu hasil dari Maros dan Jakarta," kata dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved