A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Torang Kanal : Novia Indriani Mamuaja - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Manado

Torang Kanal : Novia Indriani Mamuaja

Selasa, 6 September 2011 20:32 WITA
Torang Kanal : Novia Indriani Mamuaja
TRIBUNMANADO/KEVRENT SUMURUNG
Novia Indriani Mamuaja
Ingin Masuk Akpol

Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung


Pengalaman menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di istana negara, menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi Novia Indriani Mamuaja.  Gadis cantik ini bahkan tak bisa melupakan momen penting dalam hidupnya karena sudah mewakili Sulawesi Utara (Sulut) untuk menegmban tugas menjadi Paskibraka Nasional.

“Ini pengalaman yang tak dapat saya lupakan. Saya merasa bangga karena telah bisa mengaharumkan nama Sulut,” kata siswi kelas 3 IPA di sekolah SMA Katolik Rex Mundi Manado. Dirinya pun merasa beryukur karena telah terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional.

Dalam mengemban tugas negara, anak dari Eindstein Mamuaja dan Olga Pangkerego ini awalnya merasa kecewa karena hanya terpilih menjadi pasukan pendamping pembawa baki pada upacara penurunan bendera pusaka.

Padahal pada setiap latihan di Cibubur, dirinya selalu berlatih menjadi pembawa baki bendera pusaka. “Bahkan sewaktu tanggal 17 Agustus pukul 08.00 Wib, saya disuruh untuk mengambil bendera pusaka dan menaruhnya di mejanya presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi ternyata bukan saya yang membawa baki. Saya sempat menangis dihadapan orang tua saya,” ungkapnya.

Namun demikian, dia pun akhirnya tegar dan tetap menjalankan tugas negara menjadi Paskibraka Nasional yang bertugas pada acara penurunan bendera merah putih.  Setelah mendapatkan tugas berat dengan menjadi Paskibraka Nasional, ia pun berpikir ingin masuk Akademi Kepolisian (Akpol). “Setelah saya lulus sekolah, saya ingin mendaftar untuk masuk Akpol,” ucap wanita kelahiran  9 Noveber 1994.

Cita-citanya untuk masuk Akpol pun telah diungkapkannya kepada Kapolri, Jendral Timur Paradopo sewaktu Paskibraka nasional melakukan kunjungungan ke Mabes Polri. Di tempat itu, Kapolri pun menyambut baik keinginan dari Novia. “Saya langsung ungkapkan ke pak Kapolri kalau saya ingin masuk Akpol. Pak kapolri pun langsung mencatata nama saya,” katanya.

Diakhir wawancara, Novia pun berpesan kepada seluruh siswa yang ada di Sulut terlebih khusus di Manado. Dengan mengatakan berbuatlah terbaik untuk menjadi kebanggan bangsa dan negara terlebih khusus orang tua.

“Hidup itu cuma sekali jadi buatlah yang terbaik dan buatlah bangga orang tua kalian dan juga negara. Kenakalan remaja buka kesuksesan karena berlangsung sesaat oleh karena itu buatlah terbaik dan tunjukkan prestasi agar orang tuamu bangga,” katanya yang hoby menyanyi tersebut.
Penulis: Kevrent_Sumurung
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
19402 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas