Kamis, 27 November 2014
Tribun Manado

Jadwal Mundur, Calon Praja ke Jatinangor Pakai Biaya Sendiri

Kamis, 18 Agustus 2011 21:08 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan P

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO -
Pengumuman tes akademis bagi calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mundur. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melalui Kabid Pengadaan dan Pengembangan, Olga Saisab mengatakan penjadwalan ulang pengumuman tes akademis berdasar Surat Mendagri Nomor 892.1/2994/SJ, tanggal 5 Agustus 2011, Kamis (18/8).

Berdasar surat tersebut pengumuman tes akademis yang awalnya dirncanakan pada tanggal 18 Agustus berubah menjadi 23 Agustus 2011.

"Hasilnya akan diumumkan setelah kami mengambil hasilnya di Jakarta," ujar Olga.

Secara teknis hasil tes akan diambil, utusan BKD akan berangkat ke Jatinangor pada tanggal 22 Agustus kemudian 23 Agustus diambil. Ada dua opsi apa langsung di-fax ke Pemprov Sulut atau menunggu kepulangan. Kemungkinan tes akan diumumkan tanggal 24 atau 25 Agustus.

Bagi yang lulus tes akan mengikuti pemeriksaan ulang kesehatan dan kesamaptaan di IPDN Jatinangor Jawa Barat. Awalnya dijadwalkan 5 - 8 September, dijadwalkan ulang menjadi 5 - 12 September.

Sementara itu untuk penentuan akhir (pantukhir) yang semula direncanakan pada tanggal 9 - 11 September, sesuai surat tersebut diundur menjadi 13 - 15 September.

Lalu untuk pengumuman hasil dan penyerahan calon praja yang dinyatakan lulus seleksi/ pengembalian ke daerah bagi yang tidak lulus, bila rencana awal 14 September kini dijadwalkan ulang menjadi 17 September.

Kasubid Pendidikan dan Pelatihan Yahya Rondonuwu menambahkan, calon praja IPDN yang dinyatakan lulus pergi ke Jatinangor dengan biaya sendiri.

"Makanya nanti orangtua akan kami kumpulkan dan akan kami ajak diskusi karena tak dianggarkan di APBD," ujarnya.

Sementara diperkirakan biaya transportasi serta akomodasi yang jelas harus disiapkan oleh orangtua calon praja.

"Kita menunggu apakah ada biaya lagi atau tidak untuk biaya tes kesehatan dan kesamaptaan, bila tahun lalu dibiayai pusat, melalui APBN" jelasnya.

Penerimaan tahun lalu sebanyak 55 praja, sedangkan untuk tahun ini ia mengaku belum tahu jumlahnya. Selain itu tentang penempatan praja setelah lulus, bila sebelumnya usai lulus dikembalikan ke kabupaten/ kota sekarang untuk angkatan 2008 ke atas akan dikembalikan ke Pemprov Sulut dan nantinya akan diatur penempatannya oleh Pemprov.

Yahya menjelaskan praja yang lulus harus siap ditempatkan di kabupaten/ kota manapun, namun masih dalam provinsi.
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas