A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sambutan Gubernur Sulut Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-66 - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Manado

Sambutan Gubernur Sulut Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-66

Selasa, 16 Agustus 2011 22:26 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Berikut sambutan Gubernur Sulawesi Utara memperingati hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-66 tahun, dikutip dari situs resmi Pemprov Sulut:

GUBERNUR SULAWESI UTARA

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66

RABU, 17 AGUSTUS 2011. PUKUL. 09.00 WITA

YTH. : -  MASYARAKAT SULAWESI UTARA DARI MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN YANG SAYA CINTAI DAN BANGGAKAN.

 

SAMBUTLAH SALAM KEMERDEKAAN KITA :

MERDEKA…!  MERDEKA…! MERDEKA…!,

 

SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEKALIAN, ASALLAMU’ALAIKUM WARAKHMATULLAHI WABARAKATUH,

OM SWASTYASTU…

NAMO BUDHAYA…!

 

ALUNAN WAKTU TERUS BERDETAK BERIRINGAN DENGAN HARI-HARI PANJANG PERJALANAN DERAP PERJUANGAN DAN PENGABDIAN KITA UNTUK SEMAKIN MEMPERKOKOH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. KARENA ITU, HARI INI, ATAS BERKAT DAN ANUGERAH TUHAN YANG MAHA KUASA, SELURUH PUTRA-PUTRI BUMI PERTIWI, TUNAS BANGSA INDONESIA DI SELURUH PELOSOK TANAH AIR, TERMASUK DI BUMI ”NYIUR MELAMBAI” PROVINSI SULAWESI UTARA, DARI MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN, DAPAT MEMPERINGATI MOMENTUM YANG SANGAT BERSEJARAH BAGI PERJALANAN BANGSA DAN NEGARA, YAITU “HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-66 TAHUN 2011.”

MELALUI MOMENTUM INI, PERISTIWA BERSEJARAH KEMBALI DIKENANG, DIMANA KEMERDEKAAN ADALAH BUAH PERJUANGAN DAN PENGORBANAN PARA PEJUANG KUSUMA BANGSA. DENGAN SEMANGAT JUANG YANG TINGGI DAN CUCURAN KERINGAT DARAH, SERTA AIR MATA, MEREKA RELA BERKORBAN JIWA RAGA UNTUK MEREBUT…, MEMPERTAHANKAN…, DAN MENEGAKKAN KEMERDEKAAN BANGSA DAN NEGARA. PENGORBANAN PARA PAHLAWAN TERSEBUT, TIDAK TERNILAI HARGANYA, KARENA MERUPAKAN SUATU TOTALITAS DHARMA BAKTI YANG TULUS BAGI BANGSA DAN NEGARA YANG KITA CINTAI BERSAMA.

BAGI KITA YANG HIDUP DI ZAMAN KEMERDEKAAN, PEMAKNAAN SEJARAH BESAR INI TIDAKLAH BERHENTI SAMPAI DISITU. SEBAGAI PEWARIS-PEWARIS KEMERDEKAAN KITA DIHARAPKAN UNTUK MEMAHAMI, MEREFLEKSIKAN, BAHKAN MENGIMPLEMENTASIKAN PESAN-PESAN PERJUANGAN DAN PENGORBANAN PARA PAHLAWAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA. KITA DIAJAK UNTUK MERENUNG KEMBALI AKAN EKSISTENSI, PERANAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PROSES PEMBANGUNAN, SERAYA MELAKUKAN EVALUASI, INTROSPEKSI DAN RETROSPEKSI TERHADAP BERBAGAI KEBIJAKAN DAN PROGRAM YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN, SEBAGAI SUMBANGSI MENGISI KEMERDEKAAN UNTUK MEMBUAHKAN KARYA PENGABDIAN BAGI NEGARA DAN BANGSA YANG KITA CINTAI INI. SEBAB ITU, BERSAMA SEGENAP ELEMEN BANGSA, MARI KITA MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN TERUS BERUPAYA MENYEMPURNAKAN APA YANG TELAH DICAPAI SAMPAI SAAT INI, DAN MENJADIKANNYA SEBAGAI TAHAPAN MOVING FORWARD UNTUK EKSISTENSI PEMBANGUNAN SULAWESI UTARA.

SEBAGAI PRIME PRIORITY, KITA LANJUTKAN PERJUANGAN MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI AKSELERASI PEMBANGUNAN, AGAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERSATU DAN BERDAULAT, TETAP KOKOH…, BERDIRI SEJAJAR…, BAHKAN TAMPIL TERDEPAN DARI BANGSA-BANGSA LAINNYA YANG ADA DI MUKA BUMI INI. KARENA ITU, KITA HARUS MEMPERTAHANKAN KELESTARIAN NILAI-NILAI PERJUANGAN SEBAGAI KEKUATAN MOTIVASI PEJUANG-PEJUANG MASA KINI, AGAR KITA TETAP BERDIRI SEBAGAI BANGSA YANG MERDEKA, BERSATU DAN BERDAULAT DALAM MENGANTISIPASI GERAK CEPAT YANG DISERTAI TEROBOSAN KONSTRUKTIF DALAM MENGHADAPI KEMAJUAN DAN DAMPAK DALAM LINGKUP NASIONAL, REGIONAL MAUPUN GLOBAL DISEGALA ASPEK DAN DIMENSI KEHIDUPAN.

MASYARAKAT SULAWESI UTARA DARI   MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN YANG SAYA   CINTAI DAN BANGGAKAN.

KITA MEMAHAMI BERSAMA, BAHWA BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA YANG DIBANGUN DIATAS KEMAJEMUKAN SUKU, AGAMA, RAS MAUPUN GOLONGAN. KEMAJEMUKAN INI, SEMAKIN NYATA DAN TERASA KARENA KONDISI GEOGRAFIS BANGSA INDONESIA DIPISAHKAN OLEH PULAU-PULAU YANG TERSEBAR DARI SABANG SAMPAI MERAUKE, BUMI NUSANTARA. REALITAS MASYARAKAT YANG MAJEMUK TERSEBUT, SECARA JUJUR DIAKUI MERUPAKAN SUATU TANTANGAN BAGI TERBANGUNNYA IKATAN EMOSIONAL PEMERSATU BANGSA. NAMUN DEMIKIAN, APA YANG TELAH DITUNJUKKAN OLEH PARA PAHLAWAN KITA DALAM MEMPERTAHANKAN BUMI PERTIWI DARI BERBAGAI BENTUK PENJAJAHAN TELAH MENYADARKAN KITA, BAHWA KEMAJEMUKAN BANGSA BUKAN MERUPAKAN SUATU PENGHALANG.

SEBAGAI BAGIAN DARI BANGSA INDONESIA YANG TELAH MERASAKAN KEDAMAIAN DI ALAM KEMERDEKAAN INI, TENTUNYA KITA TERPANGGIL UNTUK MEMPERJUANGKAN KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, DENGAN SENANTIASA MENGEDEPANKAN RASA KEBERSAMAAN, PERSATUAN DAN KESATUAN SEBAGAI SUATU MASYARAKAT BANGSA. KARENA ITU, NILAI-NILAI PERSATUAN DAN KESATUAN HARUSLAH DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN DENGAN SINKRONISASI PEMBANGUNAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH, SERTA SINKRONISASI PEMBANGUNAN PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA SEJALAN DENGAN GRAND DESIGN NKRI YANG TETAP DILANDASI OLEH NILAI-NILAI BUDAYA DAERAH…, NORMA HUKUM…, AGAMA…, DAN SOSIAL DALAM SATU KESEPAHAMAN DAN KESADARAN SEBAGAI BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN.

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA SENDIRI, TERUS BERUPAYA MENGIRINGI LANGKAH PEMBANGUNAN UNTUK MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN SUATU VISI, YAITU TERWUJUDNYA SULAWESI UTARA YANG SEMAKIN BERBUDAYA, BERDAYA SAING DAN SEJAHTERA. IMPLEMENTASINYA, MAKA SAAT INI TERUS DIMANTAPKAN 3 (TIGA) PILAR PEMBANGUNAN DAERAH, YAITU: TRADE, TOURISM AND INVESTMENT (TTI), YANG DIDUKUNG DENGAN SUMBER DAYA KOMPLEKS, BAIK SUMBER DAYA ALAM, SUMBERDAYA MANUSIA, GEOPOSISI DAN GEOSTRATEGIS DAERAH, TERMASUK DIDALAMNYA POTENSI SEBAGAI DAERAH DESTINASI UNGGULAN PARIWISATA DAN PENYELENGGARA IVEN MICE (MEETING, INCENTIVE, CONVENTION DAN EXHIBITION) DI INDONESIA. DENGAN DEMIKIAN, HAL INI MEMUNGKINKAN SULUT BERGERAK SIGNIFIKAN DALAM PROSES PEMBANGUNAN UNTUK MENJADI BAROMETER EKONOMI DI KAWASAN TIMUR INDONESIA, BAHKAN DALAM GELIAT MEREBUT PANGSA PASAR DUNIA.

APA YANG TELAH DAN AKAN TERUS DILAKUKAN INI, ADALAH MERUPAKAN BENTUK TANGGUNGJAWAB DARI AMANAH DAN KEPERCAYAAN SEGENAP KOMPONEN ANAK BANGSA DI DAERAH INI, SEKALIGUS UNTUK MENJAWAB HARAPAN DAN CITA-CITA MULIA, YAITU TERWUJUDNYA SULAWESI UTARA SEBAGAI PINTU GERBANG INDONESIA DI KAWASAN ASIA PASIFIK.

BERBAGAI KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENCAPAIAN INI, TENTUNYA DISELARASKAN DENGAN “GOOL SEEK” (TUJUAN) PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM FOUR TRACK STRATEGIES (PRO-GROWTH, PRO-JOB, PRO-POOR, PRO-ENVIRONMENT), BAHKAN PROGRAM DUNIA INTERNASIONAL DALAM 8 POIN SASARAN TUJUAN MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS. KARENA ITULAH, DENGAN MENGACU PADA TEMA PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-66 SAAT INI, YAITU: ”DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, KITA TINGKATKAN KESADARAN HIDUP DALAM KEBHINEKAAN UNTUK KOKOHKAN PERSATUAN NKRI, KITA SUKSESKAN KEPEMIMPINAN INDONESIA DALAM FORUM ASEAN UNTUK KOKOHKAN SOLIDARITAS ASEAN”, MAKA SAYA MENGAJAK KEPADA SEGENAP KOMPONEN ANAK BANGSA DARI MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN UNTUK TETAP BERGANDENGAN TANGAN, BAHU MEMBAHU SERTA TERUS MENDUKUNG BERBAGAI KEBIJAKAN DAN PROGRAM KERJA PEMERINTAHAN, PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA.

ADAPUN YANG MENJADI FOKUS PENYELESAIAN MASALAH YANG MENDESAK, ADALAH BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA  UPAYA PENCIPTAAN KEADAAN YANG LEBIH AMAN, DAMAI, ADIL DAN DEMOKRATIS. ANTARA LAIN, PENANGGULANGAN KEMISKINAN; PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA, INVESTASI DAN EKSPOR; REVITALISASI PERTANIAN DALAM ARTI LUAS DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN; PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN; PENEGAKAN HUKUM DAN HAM, PEMBERANTASAN KORUPSI DAN PENERAPAN REFORMASI BIROKRASI; PENGUATAN KEMAMPUAN PERTAHANAN, PEMANTAPAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN, SERTA PENYELESAIAN KONFLIK; MITIGASI DAN PENANGGULANGAN BENCANA; PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR; PEMBANGUNAN DAERAH PERBATASAN DAN KEPULAUAN SERTA WILAYAH PULAU-PULAU TERLUAR.

KESEMUANYA INI, HARUS TERUS DISOLUSIKAN MELALUI LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS.., LOMPATAN-LOMPATAN BERMAKNA.., DAN GERAK TINDAK CEPAT DAN CERDAS, KARENA KITA TELAH BERTEKAD DAN BERKOMITMEN UNTUK HARUS DAN BERANI MENEROBOS TANTANGAN…, MENDOBRAK PERADABAN…, MERAIH PELUANG…, MERAIH IMPIAN SULAWESI UTARA YANG SEMAKIN MAJU…, SEMAKIN TERDEPAN…, DAN SEMAKIN SEJAHTERA.

MASYARAKAT SULAWESI UTARA DARI   MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN YANG SAYA   CINTAI DAN BANGGAKAN.

MENUTUP SAMBUTAN INI, MAKA SEIRING DENGAN PERAYAAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN KE-66 REPUBLIK INDONESIA BERTEPATAN DENGAN BULAN SUCI PUASA BAGI KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI BUMI PERTIWI INDONESIA, TERMASUK DI DAERAH INI, PERKENANKAN SAYA ATAS NAMA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA, SERTA SELAKU PRIBADI DAN KELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT BERPUASA DAN SELAMAT MENYAMBUT HARI KEMENANGAN, IDUL FITRI 1 SYAHWAL 1432 HIJRIAH KEPADA SELURUH UMAT ISLAM DI PROVINSI SULAWESI UTARA.

SELANJUTNYA, TAK LUPA PULA SAYA MEMBERIKAN APRESIASI SEKALIGUS UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA SEGENAP KOMPONEN MASYARAKAT SULAWESI UTARA, DARI MIANGAS SAMPAI PINOGALUMAN YANG TELAH MENDUKUNG LEWAT DOA DAN PARTISIPASI AKTIF, SEHINGGA PERTEMUAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG EKONOMI SE-ASEAN DAN MITRA WICARA KEMARIN, BOLEH TERSELENGGARA DENGAN BAIK, SUKSES, LANCAR, AMAN DAN DAMAI. APA YANG TELAH TERWUJUD, MERUPAKAN BUKTI NYATA, BAHWA KITA SEMUA SIAP MENGAWAL MENGGEMAHKAN NAMA BUMI NYIUR MELAMBAI PROVINSI SULAWESI UTARA, TERUS MENDUNIA…!

AKHIRNYA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA KUASA SENANTIASA MENYERTAI SEGALA UPAYA DAN LANGKAH KITA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN PEMBANGUNAN BAGI KEMAJUAN DAERAH DAN BANGSA, SERTA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT.

 

MERDEKA…! MERDEKA…! MERDEKA…!

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-66,

 

TERIMA KASIH,

MOTO TOMPIAAN, MOTO TABIAN, BO MOTOTANOBAN,
SOMAHE KAI KEHAGE, SAN SIOTE SAN PATE-PATE,
PAKATITI TUHEMA, PAKANANDU MANGENA,
BOLENG-BALANG  SENGKAHINDO,
PAKATUAN WO PAKALAWIREN,
WASSALAMU’ALAIKUM WARAKHMATULLAHI WABARAKATUH,
OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM…,
SHADU-SHADU-SHADU…,
SHALOOM…!

GUBERNUR SULAWESI UTARA
TTD
DR. S. H. SARUNDAJANG. (*/rob)
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas