Perampokan

CCTV ATM Rusak, Pelaku Masih Gelap

Polisi masih belum mengetahui jumlah dan identitas pelaku pencurian mesin anjungan tunai mandiri (ATM)

KOMPAS/MADINA NUSRAT Ruang ATM BNI di depan sebuah toko di Jalan Kartini Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, terlihat kosong karena mesinnya digondol maling, Sabtu (25/6/2011).

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -
Polisi masih belum mengetahui jumlah dan identitas pelaku pencurian mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/8/2011) pagi. Polisi semakin sulit mencari identitas pelaku lantaran aksi pencurian itu tidak terekam kamera CCTV.

"Pelaku masih dalam pengembangan. Ada satu CCTV-nya, tapi ternyata kamera CCTV itu rusak, jadi kami belum tahu jumlah dan identitas pelaku," ujar Kepala Polsek Metro Duren Sawit Komisaris Titik Setyawati, Minggu (7/8/2011).

Rusaknya kamera CCTV itu, kata Titik, juga masih harus dicek apakah rusak karena pencuri atau memang rusak sejak lama. "Kami masih harus cek dulu apakah itu dirusak pelaku atau memang sudah lama," ujarnya.

Dalam waktu dekat, polisi akan memanggil kembali manajemen BNI untuk mengecek kerusakan pada kamera tersebut. "Hari Senin (8/8/2011) akan dilakukan pengembangannya dari CCTV itu," kata Titik.

Satu mesin ATM BNI di Pondok Kelapa itu dibobol pencuri pada pukul 04.30 WIB, Sabtu kemarin. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebanyak Rp 131 juta dengan mesin ATM. Peristiwa ini bermula saat alat kontrol BNI, yaitu command center, yang mengontrol setiap aktivitas di ATM selama 24 jam, tiba-tiba tidak dapat berkoneksi dengan salah satu ATM di Pondok Kelapa tersebut. Setelah pihak BNI mengirim para teknisi, ternyata mesin ATM itu raib.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved