Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perbankan

Bank Sulut Terancam Merger

Hearing Komisi II DPRD Sulut menunjukkan adanya indikasi ancaman merger pada Bank Sulut.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan P


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
‑ Hearing Komisi II DPRD Sulut menunjukkan adanya indikasi ancaman merger pada Bank Sulut. Hal itu bisa terjadi  jika Bank Sulut yang saat ini hanya memiliki modal 166 miliar, dalam tiga tahun tidak mampu meningkatkan modalnya menjadi Rp 1 triliun.

Ancaman Bank Sulut dimerger atau digabungkan dengan bank lain dikhawatirkan  Paul Tirayoh anggota Komisi II, Senin (25/7/2011),  saat menanyakan kesiapan Bank Sulut memenuhi permintaan Bank Indonesia yang menuntut Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada 2014 harus memiliki modal minimal Rp 1 triliun.

"Modal Bank Sulut saat ini hanya Rp 166 miliar dan itu dikumpulkan selama puluhan tahun, bagaimana dalam waktu kurang dari tiga tahun bisa kumpulkan Rp 1 triliun," ujarnya. Menurutnya, ancaman merger dengan bank‑bank sekitar, itu tak dikehendaki,  namun di depan mata. Ia berharap, jangan sampai ada dampak tak menyenangkan target Rp 1 triliun tak tercapai.

Ketua Komisi II Bidang perekonomian, Steven Kandou menambahkan,  kondisi saat ini perlu dilakukan koordinasi apalagi sebentar lagi ada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ia justru optimis, karena Bank Sulut masih menjadi primadona untuk dapat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"PAD tertinggi, pajak kendaaraaan bermotor, kemudian pajak bahan bakar dan deviden Bank Sulut," jelasnya.

Bahkan menurut Steven, Bank Sulut makin mampu melebihi target dari target 2010 deviden Rp 15 miliar saat ini setor Rp 23 miliar. "Duit kita (Pemprov Sulut) Rp 64 miliar dapat keuntungan Rp 23 miliar itu luar biasa," ujar Steven yang berjanji  akan mendorong Pemprov Sulut untuk tambah modal  dan hal itu akan diatur melalui peraturan daerah.

Komisaris Bank Sulut, H Arsjad Daud dalam tanggapannya mengatakan, target Bank Indonesia tahun 2014, BPD memiliki modal minimal Rp 1 triliun. Hal itu  merupakan komitmen bank‑bank BPD seluruh Indonesia termasuk Bank Sulut.

Menurutnya yang dinilai pertama adalah ketahanan kelembagaan dan pelayanan. Selama ini menurut Arsjad,  dari sisi ketahanan kelembagaan dan pelayanan Bank Sulut memenuhi standar.
Terkait modal menurutnya memang sangat penting, apalagi minimal modal inti Rp 1 triliun. Bank Sulut menurutnya,  memiliki 3 modal, yakni modal  inti Rp 500 miliar, modal beroperasi Rp 1,6 miliar, dan modal tambahan ratusan juta. "Strategi yang akan kita jalankan dengan menambah pemegang saham, ada 18 pemegang saham," ujarnya.

Kemudian untuk cara lain, menurutnya dengan memperkecil deviden agar bisa ditambahkan menjadi modal. Ia mencontohkan, deviden tahun 2011‑2015 dicoba didorong dari 60 persen menjadi 30 persen
Kemudian, ujar Arsjad, dibuka peluang  juga sebagai komitmen penguatan modal, ada strategi dengan konsolidasi tentang anggaran dasar, dan mengubah satu saham menjadi dua saham.

Gubernur Sulawesi Utara, Dr Sinyo Harry Sarundajang saat dikonfirmasi mengatakan permasalahan tersebut bukan hanya dialami oleh Bank Sulut. "Itu persoalan seluruh Indonesia, bukan hanya kita," ujar Sarundajang.

Sarundajang mengatakan, akan membuka pintu seluas-luasnya investor untuk menyuntik dana bagi Bank Sulut.

Sekretaris Provinsi Sulut, Ir Siswa Rachmat Mokodongan menambahkan, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. "Selain pendapat Pak gubernur dengan membuka investor tentu dengan menambah modal," ujarnya.

Ia menggagas bisa diambil dari deviden yang harus dibayarkan dimasukkan menjadi tambahan modal, atau seperti ketika mendapatkan bonus misalnya WTP ada kucuran dana bisa dimasukkan.

Ia menegaskan bila ada investor menyuntikkan dana, tetap akan ada posisi tawar dengan Pemprov Sulut. Menurutnya Pemprov Sulut tetap sebagai pemegang kebijakan. "Nah bagaimanan nanti kita akan atur, apalagi sebentar akan dilakukan RUPS," jelasnya.(rob)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved