Minggu, 23 November 2014
Tribun Manado

Gubernur Sulut Kunjungi Pos Pemantau Gunung Lokon

Jumat, 15 Juli 2011 21:28 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON
-- Pasca letusan Gunung Lokon semalam, Gubernur Sulut SH Sarundajang langsung melakukan peninjauan ke Pos Pemantung Gunung Api, Jumat (15/7) sekitar pukul 11.50 Wita.

Sarundajang didampingi langsung Plt Wali Kota Jimmy Eman dan Plt Sekretaris Kota Arnold Poli saat melakukan peninjauan. Ia meminta warga tetap berhati-hati karen ancaman bahaya masih bisa saja terjadi. "Masyarakat harus tetap awas, karena karakter Gunung Lokon berbeda. Jangan sangka hanya diam, bisa saja tiba-tiba meletus," ujarnya.

Sarundajang mengatakan perlu ada penambahan radius kawasan siaga bencana hingga 4,5 Km agar bisa menjamin keselamatan warga. "Ancaman harus diperhitungkan, jika bisa radius bahaya dibuat hingga 4,5 Km," tuturnya.

Ia mengajak seluruh warga Kota Tomohon berdoa bersama agar tak terjadi awan panas jika terjadi letusan dahsyat sewaktu-waktu, karena sangat mematikan. "Lihat perkembangan aktifitas gunung lewat sesmograf. Jika diinstruksikan harus meninggalkan lokasi karena ancaman bahaya datang, harus diitinggalkan, jangan percaya hanya pendapat orang saja. Sebab, jiwa manusia menjadi prioritas," tegasnya.

Surono, Kepala Pusat Badan Vulkanologi dan Mitigasi Geologi mengatakan untuk radius bahaya ancaman letusan Gunung Lokon masih dipertahankan pada 3,5 Km. "Lebih jauh lebih baik karena yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa, tapi untuk sekarang masih tetap 3,5 Km," terangnya.

Ia menegaskan status Lokon masih tetap awas, sehingga masyarakat diminta tetap sabar dan menunggu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut tentang keberadaan gunung tersebut. "Aktifitas Gunung Lokon belum paripurna, tunggulah, karena masih berpotensi terjadi letusan dengan adanya suplai energi yang ditandai dengan adanya kegempaan," ujarnya.

Masyarakat diminta Surono jangan menganggap seakan-akan paham betul tentang Lokon, sebab perilakunya sulit ditebak. "Pengalaman saya, ada yang menganggap tau betul tentang Merapi, tapi akhirnya orang itu tak pernah lagi bertemu dengan saya. Untuk Lokon jangan jadi seperti itu, terlalu beresiko" pintanya.

Sedangkan, Jimmy Eman, Plt Wali Kota Tomohon mengatakan penambahan daerah siaga bencana akan dilakukan pemerintah jika sudah mendapat rekomendasi dari Badan Vulkanologi yang memiliki kompetensi. "Saat ini masih 3,5 Km untuk daerah bahaya," tukasnya.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas