Selasa, 3 Maret 2015

Ruhut Sitompul Terancam Dipecat sebagai Warga Batak

Kamis, 14 Juli 2011 19:07 WITA

Ruhut Sitompul Terancam Dipecat sebagai Warga Batak


TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ruhut Sitompul, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terancam hukum adat terkait laporan istri pertamanya, Ana Rudhiantiana Legawati kepada Pengurus Dewan Tobing se-Dunia.

Ana melaporkan Ruhut karena tidak mengakuinya sebagai istri sah yang dinikahinya secara adat di Medan, pada 2001 lalu. Hati Ana tambah terluka ketika beberapa waktu lalu Ruhut mengatakan kepada media hubungannya tersebut merupakan 'kumpul kebo'.

Baginya, tidak ada pilihan lain, selain melaporkan Ruhut. Itu dilakukan supaya Ana mendapat pengakuan dari Ruhut. Sekaligus mengklarifikasi bahwa pernikahannya dengan Ruhut sudah sah di hadapan adat.

"Oleh karena ibu Ana sudah bermarga Tobing, maka kami datang membuat pengaduan resmi agar secara adat Batak. Dan, Ruhut dikeluarkan dari warga Batak," ucap Hotman Paris Hutapea, pengacara Ana, Kamis, (14/07/2011), di Gedung Boulevard, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Ana juga menunjukkan sejumlah foto pernikahannya bersama Ruhut yang dilaksanakan secara adat Batak. Saat itu, Ana dikukuhkan sebagai boru Tobing. Sama seperti ibunda Rubut yang lahir dari keluarga Tobing. Ana diangkat anak oleh Pendeta Robert Lumban Tobing.

Tak pelak, Pengurus Dewan Tobing menerima keluh kesah Ana. Pasalnya, Ana sudah resmi menyandang boru Tobing sejak menikah dengan Ruhut. "Memang, seyogyanya Ana melaporkan kepada kami di Tobing sedunia, " ucap Simon Tobing, Ketua Marga Tobing Sedunia.

Simon menuturkan keprihatinannya terhadap pemberitaan di media massa terkait yang dialami oleh Ana. Di media massa Ana dikatakan bukan istri Ruhut, tetapi kumpul kebo.

Halaman12
Editor: Anthonius_Iwan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas