• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Manado

Ruhut Sitompul Terancam Dipecat sebagai Warga Batak

Kamis, 14 Juli 2011 19:07 WITA
Ruhut Sitompul Terancam Dipecat sebagai Warga Batak



TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ruhut Sitompul, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terancam hukum adat terkait laporan istri pertamanya, Ana Rudhiantiana Legawati kepada Pengurus Dewan Tobing se-Dunia.

Ana melaporkan Ruhut karena tidak mengakuinya sebagai istri sah yang dinikahinya secara adat di Medan, pada 2001 lalu. Hati Ana tambah terluka ketika beberapa waktu lalu Ruhut mengatakan kepada media hubungannya tersebut merupakan 'kumpul kebo'.

Baginya, tidak ada pilihan lain, selain melaporkan Ruhut. Itu dilakukan supaya Ana mendapat pengakuan dari Ruhut. Sekaligus mengklarifikasi bahwa pernikahannya dengan Ruhut sudah sah di hadapan adat.

"Oleh karena ibu Ana sudah bermarga Tobing, maka kami datang membuat pengaduan resmi agar secara adat Batak. Dan, Ruhut dikeluarkan dari warga Batak," ucap Hotman Paris Hutapea, pengacara Ana, Kamis, (14/07/2011), di Gedung Boulevard, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Ana juga menunjukkan sejumlah foto pernikahannya bersama Ruhut yang dilaksanakan secara adat Batak. Saat itu, Ana dikukuhkan sebagai boru Tobing. Sama seperti ibunda Rubut yang lahir dari keluarga Tobing. Ana diangkat anak oleh Pendeta Robert Lumban Tobing.

Tak pelak, Pengurus Dewan Tobing menerima keluh kesah Ana. Pasalnya, Ana sudah resmi menyandang boru Tobing sejak menikah dengan Ruhut. "Memang, seyogyanya Ana melaporkan kepada kami di Tobing sedunia, " ucap Simon Tobing, Ketua Marga Tobing Sedunia.

Simon menuturkan keprihatinannya terhadap pemberitaan di media massa terkait yang dialami oleh Ana. Di media massa Ana dikatakan bukan istri Ruhut, tetapi kumpul kebo.

"Dalam tatanan adat istiadat Batak, termasuk salah satu suku yang menjunjung tinggi (moral). Kumpul kebo teramat hina dan tabu, najis. Setelah, mendengar keluh kesah Ana, kami tidak mengerti mengapa kata-kata itu keluar dari publik figur," tegasnya.

Menurutnya, Ruhut telah meniadakan semua tatanan adat Batak. Karena Ana sudah menyampaikan keluhannya, Tobing Sedunia akan memberi kesaksian bahwa Ana adalah istri sah Ruhut. Kalau dipungkiri, itu tanggung jawab dari yang bersangkutan, dalam hal ini Ruhut.

Terkait laporannya itu, Ana ingin mendapatkan perlindungan dari marga Tobing, terutama anak dari pernikahannya dengan Ruhut yang bernama Christian. Sebab, ia punya hak sebagai boru Tobing supaya tidak diperlakukan semena-mena terhadap keberadaannya.

Selaku pengacara, Hotman mengharapkan supaya berdasarkan laporan itu, Ruhut dikeluarkan dari marga Tobing. Begitu juga dengan marganya, Sitompul. "Tapi itu dilakukan oleh Marga Sitompul. Kalau mau pesta, pakai kain adat, juga tidak diakui. Berarti dia nggak punya adat," serunya.

Namun, perkumpulan marga Tobing se-Dunia itu, belum mengambil sikap. Untuk itu, mereka akan bertanya pada marga Sitompul. "Karena bapaknya sudah meninggal. Belum tahu sanksinya," ucap Adam Tobing, Ketua Penasihat Marga Tobing se-Dunia. (*)
Editor: Anthonius_Iwan
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13182 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas