• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Manado

Sarundajang : Jangan Anggap Enteng Lokon

Rabu, 13 Juli 2011 21:10 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON
-- SH Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara meminta warga Kota Tomohon tak menganggap enteng Gunung Lokon yang kini menunjukkan penurunan aktifitas.

Sebab, bisa saja penurunan itu merupakan strategi Lokon mengumpulkan kekuatan untuk membuat letusan mengejutkan pada satu waktu yang tak bisa diduga.

"Jangan puas dulu melihat aktifitas (Lokon) sudah turun, mungkin sedang kumpul kekuatan untuk letusan lebih kuat. Tapi diharapkan tidak terjadi apalagi sampai mengeluarkan awan panas yang mematikan. Jadi jangan panik dan anggap enteng Lokon," ujar Sarundajang, Rabu (13/7).

Ia juga sempat "memarahi" sejumlah pejabat Kota Tomohon karena bertepuk tangan saat menyampaikan niatnya memberi bantuan 15 ribu makanan siap saji, 15 ribu masker, 15 ribu selimut, 15 ribu tikar dan selbet serta 500 terpal dan obat-obatan kepada pemerintah untuk membantu 2.116 warga yang mengungsi karena ancaman letusan Gunung Lokon saat evaluasi di Kantor EX Rindam, kemarin.

"Jangan tepuk tangan, sangat berbahaya. Setengah bantuan bisa busuk dan bahkan hilang. Lihat bantuan in, harus ada petugas khusus menangani untuk mencatat administrasi dan mendistribusikan kepada pengungsi," tegasnya dengan raut wajah tegang kala itu.

Ia juga mengingatkan kepada para pengungsi untuk tidak balik ke rumah yang masuk dalam wilayah siaga bencana sebelum status Lokon dinyatakan dalam kondisi aman. "Tunggu periode status normal baru balik. Tak ada yang bisa pastikan, jadi harus lihat hasil sesmograf dan rekomendasi dari instansi berkompeten (Badan Vuilkanologi)," ungkap Sarundajang.

Sarundajang mengaku bangga dengan sikap yang ditunjukkan warga Kota Tomohon yang mau dievakuasi tanpa dipaksa untuk mencegah bahaya, juga ia senang sebab pengungsi tampak senang dan bergembira meski harus berdesak-desakan dan hidup tak normal seperti di rumah. "Para pengungsi harus ditangani dengan baik, sebab mereka juga manusia. Pemantauan tiap hari harus ada, hindari jangan sampai ada korban. Dan jangan terkonsentrasi, bisa timbul masalah lain," ujar Sarundajang.

Ia mengaku sangat familir dengan Lokon, sebab telah bergaul sekitar 30 tahun lamanya sejak bertugas sebagai Sekretaris Daerah Minahasa. "Pada tahun 1970, Lokon pernah mengalami letusan besar, abunya hingga mencapai stenga meter. Jadi sudah sangat familiar, bahkan sudah pernah naik ke puncak Lokon, tapi dalam kondisi aman-aman, tidak disaat ada aktifitas belerang. Bodoh itu namanya," ungkap Sarundajang.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13050 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas