Copa Amerika 2011
(Jadwal) Brasil vs Ekuador Copa Amerika: Pertaruhan Harga Diri Brasil
Brasil vs Ekuador Copa Amerika 2011: Kapten Brasil Lucio menginginkan komitmen lebih besar dari rekan satu timnya yang bermain di Copa America 2011.
Penulis: | Editor:

Kapten Brasil Lucio menginginkan komitmen lebih besar dari rekan satu timnya yang bermain di Copa America 2011. Komitmen menjadi sangat vital mengingat Brasil akan melakoni laga krusial kontra Ekuador di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba (14/7/2011).
Matchday terakhir group B ini akan menjadi laga hidup mati bagi Brasil. Setelah ditahan Venezuela dan Paraguay, tim Samba wajib menang untuk merebut satu tiket ke perempatfinal. Sebagai pemain paling senior dalam skuad Brasil, Lucio mengingatkan yunior-yuniornya bahwa harga diri dan reputasi Brasil sebagai tim besar dunia akan dipertaruhkan di pretandingan ini.
Brasil vs Ekuador Copa Amerika

"Kami harus ingat bahwa lambang di bagian depan jersey lebih penting dari nama yang ada di punggung. Kami perlu meunjukkan kepada lawan bahwa kami ingin menang," kata Lucio dilansir AFP, Selasa (12/7/2011).
Tanggung jawab Lucio memang berat. Ia tidak hanya dituntut tampil bagus sebagai benteng pertahanan tapi juga wajib memotivasi rekan setimnya. "Beberapa pemain masih ada yang berusia 18 tahun, tapi saya selalu mencoba untuk memberikan rasa percaya diri," ujar bek Inter Milan itu.
Namun yang lebih penting menurut Lucio adalah bagaimana pemain Brasil bisa mengalisis penampilan mereka sendiri untuk kemudian tampil lebih baik dipertandingan selanjtnya. Lucio telah 22 tahun memperkuat Brasil. Ia mencatat 101 caps, sama dengan legenda kiper Brasil, Claudio Taffarel. Bek berusia 33 tahun ini ikut memenangi Piala Dunia 2002 dan Piala Konfederasi tahun 2005 dan 2009.
Pelatih Brasil Mano Menezes mengkombinasikan pemain berpengalaman dan muda menjanjikan seperti Neymar, Lucas Leiva, dan Paulo Ganso di Copa Amerika 2001.
"Kami melakukan komunikasi dengan bagus dan permain paling berpengalaman menempatkan kami lebih nyaman. Saya pikir semua pemain di timnas tahu tanggung jawab mengenakan kaos Brasil," kata Ganso yang masih berusia 21 tahun.
Sejauh ini performa Tim Samba memang belum memuaskan. Neymar dan Ganso misalnya, kendati bersinar di level klub keduanya kurang memberikan banyak kontribusi positif untuk permainan tim. Hasil dua kali imbang di laga awal tentunya sangat jauh dari harapan.
Keputusan Mano untuk menempatkan para pemain muda ini memang Untungnya sang lawan juga tak meyakinkan. Ekuador hanya mencatat satu angka dan berada di urutan akhir klasemen. Itu artinya, Brasil memiliki kesempatan besar untuk menang dan lolos ke delapan besar.
Tinggal bagaimana sekaran gkomitmen skuar Brasil untuk menjaga harga diri Tim Samba sebagai raksasa dunia. (ton/tribunnews)
