Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Lokon Meletus

Sherly Terpaksa Bawa Suaminya yang Stroke ke Pengungsian

Sambil dibantu beberapa petugas SAR Ronny suami Sherly digotong untuk menuju salah satu kelas yang dikhususkan sebagai posko kesehatan

Tayang:
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
zoom-inlihat foto Sherly Terpaksa Bawa Suaminya yang Stroke ke Pengungsian
TRIBUNMANADO/FRANSISCA NOEL
Sambil dibantu beberapa petugas SAR Ronny suami Sherly digotong untuk menuju salah satu kelas yang dikhususkan sebagai posko kesehatan di lokasi pengungsian ini.
Sambil membawa bungkusan pakaian Sherly Walukow tetap setia menemani Ronny Tombokan suamainya yang sakit stroke tiba di lokasi pengungsian di SMA kristen Tomohon Selasa sore (12/7).

Sambil dibantu beberapa petugas SAR Ronny suami Sherly digotong untuk menuju salah satu kelas yang dikhususkan sebagai posko kesehatan di lokasi pengungsian  ini.

Ronny terlihat diselimuti kain darai kepala sampai kaki untuk melindungi tubuhnya dari debu dan udara Tomohon yang mulai dingin Selasa sore.

Sherly bersama suaminya Ronny adalah warga kelurahan Kinilow Lingkungan III Tomohon Utara. Mereka terpaksa harus meninggalkan rumahnya setelah pemko Tomohon dan tim tanggapa darurat mengeluarkan intruksi agar warga yang tinggal dekat kaki gunung Lokon segera mengungsi untuk menghindari dampak buruk semburan dan letusan gunung Lokon.

Hanya dibekali pakaian dan perlengkapan tidur seadanya kedua suami istri ini dijemput bersama warga Kinilow lain untuk segera menuju lokasi pengungsian.

Di lokasi pengungsianpun belum ada satupun fasilitas penunjang untuk membantu kondisi Ronny.

Dengan perlengkapan seadanya, Ronny terpaksa hanya dibaringkan di lantai ubin dingin salah satu kelas hanya beralaskan tikar dan kain saja.

Memang kelas ini dikhusukan sebagai posko kesehatan tetapi belum ada tempat tidur khusus yang disediakan untuk pasien stroke seperti Ronny. Yang terlihat hanya beberapa obat-obatan dari Dinkes Tomohon dan Kementrian Kesehatan RI serta beberapa paramedis yang masih sibuk mengatur ruang posko kesehatan.

"Sebenarnya tadi saya mau bawa suami saya ke keluarga yang tinggal di dekat taman kota Tomohon tetapi dari petugas evakuasi saya disuruh datang kesini," ungkap Sherly.

Sherly menuturkan, Ronny suaminya sudah divonis kena stroke sejak Februari 2010. Segala upaya sudah dilakukan Sherly untuk membiayai pengobatan suaminya. "Pengobatan stroke mahal, apalagi setelah suami sakit otomatis saya yang harus mencari sendiri biaya pengobatan dan biaya makan kami," keluh Sherly.

Untuk menjalankan aktivitasnya, Ronny harus dibantu mulai dari makan harus disuapi, sampaia buang air besar juga harus dibantu dan dipapah.

Di lokasi pengungsian yang minim fasilitas, Sherly bingung bagaimana memikirkan cara membantu suaminya saat makan dan buang aiar. "Tempat tidur saja hanya beralaskan tikar di lantai, apalagi nanti kalau mau buang air besar bingung bagaimana caranya," keluh Sherly.

Sherly mengaku memiliki dua orang anak, yang sulunh sudah menikah dan yang bungsu sudah bekerja. "Tapi yah, anak pertama tinggal dengan kami tapi tidak punya pekerjaan sedangkan anaka yang bungsu baru mulai bekerja dan gajinyapun sedikit untuk membantu kebutuhan keluarga," ungkap Sherly.

Menyadari suaminya butuh biaya berobat, Sherly mengaku harus banting tulang menjual gorengan di rumah. "Itupun pendapatannya tidak besar sehingga untuk ke dokterpun sudah tidak bisa lagi karena biaya tidak cukup," ujarnya.

Kondisi Sherly dan suaminya Ronny makin miris lagi ketika harus hidup di pengungsian untuk waktu yang belum ditentukan. "Padahal tadi saya sudah akan mulai menggoreng pisang, tapi karena sudah disuruh ke pengungsian jadi harus ditinggalkan," ungkap Sherly yang mengaku pasrah dengan kondisi yang menimpa suaminya. "Yah kalau sudah di pengungsian begini berarti tidak ada pemasukan lagi," ujaar Sherly pasrah.

Melihat kondisi Ronny yang tidak memungkinkan untuk tetap di lokasi pengungsian, Kepala Dinas Kesehatan Tomohon Dolvin Karwur yang tiba di lokasi pengungsian Selasa sore segera memerintahkan pihaknya untuk merujuk Ronny ke rumah sakit terdekat. "Tidak memungkinkan jika pasien di lokasi pengungsian, saya sudah perintahkan agar pasien segera dipindahkan ke rumah sakit Bethesda Tomohon," jelas Dolvin Karwur yang langsung diiyakan Sherly Walukow istri Ronny. (fransiska noel)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved