• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Manado
SBY

Ke Yogyakarta, SBY 'Diketapel'

Selasa, 12 Juli 2011 19:05 WITA

Sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi teatrikal " aksi plintheng" yakni membidik pesawat yang ditumpangi SBY ke Yogyakarta dengan ketapel, sebagai bentuk penolakan atas kedatangan SBY ke Yogyakarta.

TRIBUNMANADO.CO.ID, YOGYAKARTA - Sekitar seratus orang dari Sekretariat Bersama Gerakan Keistimewaan DIY, Selasa (12/7/2011) sore melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta dengan aksi teatrikal "plintheng" atau aksi membidik dengan ketapel ke udara .

"Dalam aksi ketapel ini seolah-olah warga Yogyakarta yang menuntut keistimewaan membidik pesawat yang membawa SBY ke Yogyakarta dengan ketapel," ungkap Widihasto, Ketua Sekretariat Bersama Gerakan Keistimewaan DIY, di sela-sela aksi.

Aksi unjuk rasa warga Yogyakarta yang menuntut keistimewaan DIY dengan penetapan ini sempat ricuh. Hal itu terjadi ketika massa Sekber Gerakan Keistimewaan DIY ingin mendekat ke Istana Negara Gedung DI Yogyakarta tempat Presiden SBY bermalam. Mereka dihadang aparat polisi. Sempat terjadi aksi saling dorong.

Beruntung, kericuhan hanya berlangsung sebentar, karena semua pihak, baik aparat kepolisian maupun massa pengunjuk rasa dapat menahan diri. Aksi unjuk rasa kemudian dilanjutkan kembali dengan sejumlah orasi dari beberapa pengunjuk rasa.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengungkapkan kekecewaan kepada Partai Demokrat dan SBY yang dinilai mengganjal pengesahan RUU Keistimewaan DIY dengan Penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Selain itu, massa pengunjuk rasa menilai SBY telah ingkar janji kepada warga Yogyakarta. Sebab, ketika melakukan kampanye di Yogyakarta pada tahun 2009, dengan tegas SBY menyatakan mendukung Keistimewaan Yogyakarta. Massa pengunjuk rasa pun kemudian memutarkan rekaman suara pidato SBY ketika kampanye di Yogyakarta tahun 2009 lalu.

"Yogyakarta memiliki nilai sejarah yang tinggi, dengan tujuan yang mulia, daerah istimewa, mari kita rumuskan bersama ke depan, agar keistimewaan itu agar menjadi kebanggaan Yogyakarta," demikian petikan pidato kampanye SBY ketika Kampanye di Yogyakarta pada tahun 2009.

"Itulah janji Presiden SBY ketika kampanye. Tetapi kenyataannya sekarang, tidak sesuai janji-janjinya.SBY telah melakukan pembohongan publik," ujar Widihasto saat berorasi setelah pidato kampanye SBY diperdengarkan. (*)
Editor: Anthonius_Iwan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12855 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas