Gunung Lokon Meletus
Lokon 40 Kali Meletus
Gunung Lokon terus memuntahkan abu vulkanik hingga Minggu (10/7). Bahkan, ketinggian abu
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON-- Gunung Lokon terus memuntahkan abu vulkanik hingga Minggu (10/7). Bahkan, ketinggian abu yang dimuntahkan ketinggiannya kian bertambah, dari sebelumnya hanya 250 Meter kini mencapai 500 Meter.
Sejak Sabtu (9/7) malam lalu, tercatat sedikitnya terjadi 40 kali letusan hingga sore kemarin sekitar pukul 17.15 Wita. Intensitas waktu terjadinya letusan pun tergolong singkat, yakni dari 10 menit hingga 1 jam. Akibatnya, petugas pemantau gunung api harus kerja ekstra 24 jam, memantau aktifitas Gunung Lokon lewat sesmograf (alat pencatat gempa) di Pos Pemantau.
Kepulan asap berwarna putih keabu-abuan bermuatan abu vulkanik bertekanan kuat terlihat keluar dari kawah gunung membubung tinggi keangkasa. Warga di Kelurahan Tinoor Kecamatan Tomohon Utara yang masuk dalam kawasan siaga bencana merasakan dampak langsungnya. "Abu vulkanik tersebar merata di daerah kami, dan kami jadi takut karena langit diselimuti asep tebal, apalagi informasi aktifitas gunung sangat jarang disampaikan, sehingga kami jadi tidak tahu apa-apa, apakah dalam kondisi membahayakan atau tidak," jelas Oscar Lolowang, warga Tinoor.
Hendra Gunawan, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Lokon mengatakan kondisi gunung ini sulit dipastikan keberadaannya, sebab meski menunjukkan rekaman kegempaan yang tinggi, tapi juga tak menunjukkan letusan besar seperti yang terjadi pada Gunung Soputan. "Intensitas gempa naik, tapi tidak langsung meletus (besar). Lokon yang sekarang berbeda dengan yang dulu," jelasnya.
Karena sulit memastikan lewat data kegempaan, pihaknya kata Hendra terpaksa melakukan pengukuran gas untuk melihat perkembangan aktifitas gunung. "Dari hasil pengukuran gas, terlihat ada suplai magma dari dalam gunung," jelasnya.
Dari hasil pencatatan kegempaan, masih terekam gempa tremor secara terus menerus dengan amplitudo mencapai 8 milimeter.
Farid Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon menambahkan terjadinya letusan itu didahului dengan gempa vulkanik (tipe A dan B) dari dalam gunung. "Adanya gempa vulkanik dan tremor memicu terjadinya letusan karena ada energi yang mendorong dari dalam ke permukaan," katanya.
Gempa
tremor yang terjadi, menurutnya berfluktuatif setiap hari yang
mengindikasikan adanya aktivitas atau suplai magma dan gas dari dalam
gunung ke permukaan yang menyebabkan terjadinya letusan. "Magma dan
gas dalam gunung bergejolak terus, hingga menyebabkan abu vulkanik
keluar terbawa angin ke arah Utara (Tinoor)," tutur Farid.
Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon Royke Roeroe berharap masyarakat tidak gagap atau khawatir jika terjadi letusan dalam skala besar. Sebab, pemerintah telah menyiapkan jalur evakuasi maupun lokasi pengungsian bagi masyarakat. "Informasi jika terjadi keadaan berbahaya akan disampaikan dengan benar kepada masyarakat sehingga tak terjadi kepanikan," jelasnya.
Ia pun berharap masyyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktifitas dalam radisu 3 Km. "Masyarakat harus tetap waspada, tak ada aktifitas dalam radius 3 Km. Ditutup untuk umum," katanya.
Status gunung Lokon, kata Roeroe masih bertahan pada siaga. "Status tetap siaga, sebelum ada pemberitahuan lanjutan." Tukasnya.