• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Manado

Tindakan Dini Atasi Ruam Popok

Sabtu, 9 Juli 2011 17:29 WITA
Tindakan Dini Atasi Ruam Popok
Shutterstock.com
Rendam area yang ditutup popok dengan air hangat jika terjadi iritasi kulit. Jika dalam tiga hari tak membaik, artinya si kecil menderita ruam popok.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perawatan kulit bayi yang keliru menyebabkan terjadinya infeksi jamur dan bakteri pada area yang ditutup popok. Inilah sebab ruam popok seringkali terjadi berulang. Begitu kulit bayi mengalami iritasi, segera lakukan tindakan dini.

Tanda kemerahan pada area yang ditutupi popok, bayi rewel karena iritasi kulit yang bikin gatal, bisa menjadi petanda terjadinya ruam popok. Jika bayi Anda mengalami hal ini, segera periksa kulit di area yang ditutupi popok tersebut. Ruam popok bisa berawal dari iritasi kulit, yang kemudian memicu infeksi jamur dan bakteri. Segera atasi iritasi kulit pada bayi, untuk menghindari risiko lebih lanjut dari ruam popok.

"Jika kulit bayi pada area yang ditutupi popok mengalami iritasi, bisa dikatakan 70 persen kemungkinannya kulit bayi juga terinfeksi jamur dan bakteri, atau mengalami ruam popok," jelas dr Stephani Dewi dari Jansen-Cilag, kepada Kompas Female di sela acara "Family Health Expo" diadakan Tabloid Gaya Hidup Sehat, di Atrium Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Rendam dengan hangat
Jika kulit bayi di area yang ditutupi popok mengalami iritasi, tindakan yang bisa Anda lakukan di rumah adalah merendam area tersebut dengan air hangat selama 10-15 menit, dua kali dalam sehari.

"Iritasi biasa bisa diatasi dengan merendam area yang ditutupi popok dengan air hangat. Saat mandi pagi dan sore hari, rendam area tersebut di air hangat selama 10-15 menit. Lihat perkembangannya dalam tiga hari. Jika tidak mengalami perubahan, artinya kulit bayi sudah terinfeksi jamur dan bakteri atau mengalami ruam popok," jelas dr Stephani.

Selanjutnya, Anda bisa memberikan obat atau krim untuk mengatasi ruam popok yang banyak tersedia di apotik. Namun jika dalam 2-3 hari ruam popok tak juga membaik dengan cara ini, sebaiknya segera temui dokter.

"Sebaiknya, begitu bayi positif terdeteksi ruam popok, langsung saja temui dokter. Karena pengobatan yang tepat bisa mengurangi rasa gatal, bayi juga berkurang rewelnya, meski ruam popok tak langsung hilang," saran dr Stephani.

Ruam popok biasanya banyak dialami bayi usia 9-12 bulan, terutama saat bayi mulai mengasup makanan padat pendamping ASI. Perubahan pola makan memengaruhi pola pencernaan bayi. Biasanya bayi mengalami diare. Nah, perawatan kulit bayi yang tak higienis dan kebiasaan yang salah menjadi sebab utama ruam popok pada bayi.

Meski begitu, ruam popok juga bisa dialami balita yang masih menggunakan popok, baik popok kain maupun popok sekali pakai. Jadi, pastikan area kulit yang ditutup popok terjaga kebersihan dan tingkat kelembabannya.
Editor: Rine_Araro
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
12447 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas